Surabaya (beritajatim.com) — Perayaan Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan tradisi silaturahmi, tetapi juga ragam sajian khas yang menggugah selera.
Salah satu yang paling dinantikan adalah kue Lebaran, yang menjadi suguhan wajib saat menyambut tamu. Menariknya, setiap daerah di Nusantara memiliki kue khas dengan cita rasa dan filosofi yang berbeda.
Berikut enam kue Lebaran khas Nusantara yang bisa menjadi inspirasi hidangan saat Idulfitri 1447 H.
1. Kue Sagu Keju
Kue pertama adalah Kue Sagu Keju yang berasal dari Maluku dan Papua. Kue ini berkembang dari tradisi masyarakat setempat yang menjadikan sagu sebagai bahan pangan utama. Seiring waktu, inovasi dilakukan dengan menambahkan keju, sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan aroma khas. Teksturnya yang renyah serta lumer di mulut membuat kue ini semakin digemari di berbagai daerah, termasuk sebagai sajian modern saat Lebaran.
2. Kue Sapik
Selanjutnya, ada Kue Sapik dari Sumatra Barat. Kue ini merupakan camilan khas masyarakat Minangkabau yang kerap disajikan dalam berbagai acara, termasuk hari raya. Bentuknya tipis dan panjang menyerupai semprong, dengan tekstur renyah serta rasa manis gurih. Proses pembuatannya yang masih tradisional menjadi nilai tambah tersendiri bagi pecinta kuliner khas daerah.
3. Biji Ketapang
Dari Jakarta, terdapat Biji Ketapang yang juga populer saat Lebaran. Nama kue ini terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai biji pohon ketapang. Berukuran kecil dan lonjong, kue ini digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Rasanya manis dengan sedikit gurih, serta teksturnya yang renyah menjadikannya camilan yang sulit berhenti dikunyah.
4. Kue Keciput
Kemudian, ada Kue Keciput yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kue ini dikenal sebagai jajanan pasar tradisional dengan bentuk bulat kecil mirip onde-onde, namun tanpa isian. Bagian luar dilapisi wijen, memberikan sensasi gurih dan aroma khas. Keciput sering menjadi pilihan karena daya tahannya yang cukup lama, sehingga cocok sebagai stok camilan selama libur Lebaran.
5. Baruasa
Dari Sulawesi Selatan, hadir Baruasa yang sarat nilai budaya. Kue ini biasa disajikan dalam acara adat maupun perayaan besar seperti Idulfitri. Terbuat dari bahan utama kelapa, baruasa memiliki rasa manis dan gurih yang khas. Teksturnya yang padat membuatnya berbeda dari kue kering pada umumnya, sekaligus menjadi simbol keramahan dalam menyambut tamu.
6. Kue Maksuba
Terakhir, ada Kue Maksuba dari Sumatra Selatan. Kue ini memiliki sejarah panjang sejak masa Kesultanan Palembang dan sering dianggap sebagai simbol penghormatan kepada anggota keluarga yang dituakan. Keunikan maksuba terletak pada bahan pembuatannya yang tidak menggunakan tepung, melainkan telur dalam jumlah besar—bahkan bisa mencapai 20 hingga 25 butir dalam sekali pembuatan.
Teksturnya lembut dengan rasa manis legit yang khas. (fyi/ted)






