Kediri (beritajatim.com) – Ratusan jemaah yang tergabung dalam Forum Tabayun Kota Kediri melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3/2026) di Lapangan Futsal Sekartaji.
Pelaksanaan Salat Id tersebut diikuti sekitar 200 hingga 300 jemaah yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, meskipun berbeda dengan penetapan umum pemerintah di Indonesia yang masih menunggu hasil rukyatul hilal.
Sekretaris Forum Tabayun Kota Kediri Hadi Sasongko menjelaskan, keputusan pelaksanaan Salat Id lebih awal tersebut didasarkan pada metode rukyatul hilal global.
“Landasan kami adalah hadis riwayat Bukhari nomor 1776. Intinya, jika hilal sudah terlihat oleh kaum muslimin di belahan bumi mana pun, maka itu menjadi dasar bagi kita semua untuk berbuka atau berhari raya. Tidak mungkin 1 Syawal itu dua kali, ketika hilal sudah terlihat dimana pun umat Islam wajib melaksanakan salat ied,” kata Hadi Sasongko.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan informasi terkait penampakan hilal dapat diterima secara cepat dan akurat, baik melalui satelit maupun media sosial.
Menurutnya, Forum Tabayun meyakini hilal telah terlihat di sejumlah negara seperti Afganistan, Mali, Nigeria, dan Maroko.
“Di Afganistan sudah ada tim resmi yang melihat hilal, sama halnya seperti tim rukyat dari MUI di Indonesia. Karena di sana sudah mengumumkan secara sah, maka kami mengikuti landasan rukyatul hilal global tersebut,” lanjutnya.
Hadi menyebut, selisih waktu antarnegara tersebut tidak melebihi 24 jam sehingga masih berada dalam satu siklus penanggalan yang sama.
Ia menambahkan, apabila hingga waktu subuh tidak ada laporan rukyatul global yang valid, pihaknya akan mengikuti ketetapan 1 Syawal pada Jumat (20/3/2026).
Perbedaan pelaksanaan Hari Raya Idulfitri dengan mayoritas umat Islam lainnya, menurut Hadi, merupakan konsekuensi dari perbedaan metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah.
“Saat ini terjadi perbedaan, kami memilih untuk menyesuaikan diri atau melaksanakan sendiri sesuai keyakinan kami,” tutupnya. [nm/ian]






