Situbondo (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat yang melanda wilayah Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, pada Rabu (18/3/2026) malam, mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami rusak berat. Bahkan, salah satu rumah dilaporkan ambruk pada bagian tengahnya.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Dalam laporannya, ia menyebutkan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Guru, Desa Agel.
“Kejadian bermula saat hujan lebat disertai angin kencang melanda permukiman warga. Rumah milik Pak Aris (56) yang dihuni 2 jiwa ambruk di bagian tengah. Beruntung, pemilik rumah sempat keluar dan mengungsi ke rumah tetangga karena merasa takut sesaat sebelum ambruk,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).
Tak hanya rumah Pak Aris, sambung Puriyono, rumah milik Pak Yusuf (66) yang dihuni 2 Kepala Keluarga (KK) dengan total 6 jiwa juga mengalami kerusakan parah pada bagian atapnya. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah tersebut.
“Pak Yusuf tinggal serumah dengan menantunya, Aslamtubillah. Total ada 6 jiwa yang terdampak di lokasi kedua. Alhamdulillah semuanya selamat,” jelasnya.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo yang turun ke lokasi, kerusakan material cukup signifikan. Rumah Pak Aris yang berukuran 10 x 6 meter dengan konstruksi semi permanen diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 10 juta. Sementara rumah Pak Yusuf yang berukuran 8 x 6 meter dengan konstruksi permanen ditaksir rugi sekitar Rp 20 juta.
“Kerusakan didominasi pada bagian atap dan struktur bangunan rumah yang ambruk. Tim kami bersama aparat kecamatan, TNI/Polri, Tagana, dan warga setempat telah melakukan pendataan serta memberikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat,” tambah Puriyono. (awi/ian)






