Kediri (beritajatim.com) – Kementerian Perhubungan meninjau kesiapan angkutan Lebaran 2026 di Bandar Udara Dhoho Kediri. Dalam peninjauan tersebut, Kemenhub memastikan fasilitas, pelayanan, serta aspek keselamatan dan keamanan bagi pemudik berjalan optimal.
Peninjauan dilakukan oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Retno Wijayanti, bersama Koordinator PTLHP Yulianto Setiawan dengan menyasar posko angkutan Lebaran, area check-in, serta terminal keberangkatan dan kedatangan.
Sebelumnya, General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menyampaikan bahwa secara umum bandara siap mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Menurutnya, tren pergerakan penumpang mulai meningkat, khususnya pada rute kedatangan yang menandai awal arus mudik ke wilayah Kediri dan sekitarnya.
Bandara Dhoho Kediri telah menyiapkan posko layanan angkutan Lebaran yang beroperasi mulai H-7 hingga H+10 sesuai arahan Kementerian Perhubungan.
“Untuk persiapan bandara Kediri kita sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan, kita menyiapkan posko yaitu H-7 sampai H+10. Jadi segala sesuatunya kita siapkan untuk melayani pemudik, semua fasilitas dan tematik Ramadan juga kami tampilkan,” jelas Rahmat Yoni.
Selain kesiapan fasilitas utama, pengelola bandara juga menghadirkan nuansa Ramadan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama periode mudik.
“Seperti nanti ada experience Ramadan seperti ada musik-musik Islami yang akan kami tampilkan pada pertengahan nanti posko,” ujarnya.
Selama periode angkutan Lebaran 2026, Bandara Dhoho Kediri melayani sekitar 22 pergerakan pesawat atau setara 11 penerbangan pulang-pergi, yang didominasi rute menuju Jakarta.
Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara terlihat dari tingkat keterisian kursi yang telah mencapai 100 persen sejak H-5 Lebaran.
“Antusias sekali karena dari sebelum Lebaran H-5 sudah full. Untuk kapasitas sudah 100 persen,” ungkapnya.
Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga arus balik Lebaran. Bahkan pada H+5, seluruh kursi penerbangan telah terisi penuh, sementara hingga akhir bulan rata-rata okupansi tetap tinggi di kisaran 80 persen. [nm/ian]






