Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 60 calon penumpang KM Gili Iyang tujuan Pulau Bawean harus menelan kekecewaan setelah gagal berangkat pada jadwal pukul 20.00 WIB kemarin (18/3). Mereka terlantar di terminal Pelabuhan Gresik satu malam akibat informasi yang simpang siur terkait penambahan kuota penumpang.
Sejak sore hari, para penumpang telah memadati area keberangkatan dengan harapan bisa mendapatkan tiket. Kabar yang beredar menyebutkan adanya penambahan kapasitas hingga dua kali lipat, dari 196 menjadi 392 penumpang. Namun hingga waktu keberangkatan tiba, informasi tersebut tidak terbukti.
Akibatnya, puluhan warga yang telah mengantre panjang terpaksa gigit jari. Sebagian memilih bertahan di terminal, berharap ada kejelasan jadwal keberangkatan berikutnya menuju Pulau Bawean.
Situasi ini langsung mendapat perhatian dari Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution. Ia bersama jajarannya turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyediakan tempat istirahat sementara yang layak. Selain itu, kami juga membagikan makanan ringan dan minuman kepada para penumpang,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Tidak berhenti di situ, pihak kepolisian juga menjalin komunikasi intensif dengan berbagai instansi terkait, mulai dari ASDP, KSOP, hingga operator pelayaran Express Bahari.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Seluruh penumpang yang sempat tertunda dipastikan akan diberangkatkan hari ini menggunakan kapal cepat Express Bahari.
“Kami pastikan seluruh penumpang bisa berangkat dengan aman. Ini menjadi prioritas kami,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Miftahul Faiz (27) penumpang asal Kecamatan Tambak Pulau Bawean mengaku bersyukur dirinya bersama istri dan buah hatinya mudik ke kampung halaman.
“Alhamdulillah bisa berangkat juga pulang ke Bawean setelah diupayakan oleh Polres Gresik dan jajaran terkait,” pungkasnya sambil tersenyum. [dny/ian]






