Tulungagung (beritajatim.com) – Ratusan santri dan warga di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoiriyah, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, menggelar Salat Id lebih awal pada Kamis (19/4/2023), setelah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari dengan perhitungan sendiri yang berbeda dari ketetapan pemerintah.
Pelaksanaan Salat Id berlangsung di Masjid Nur Muhammad yang berada di dalam kompleks pondok pesantren. Sekitar 100 jemaah yang terdiri dari santri dan warga sekitar mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk.
Kapolsek Sumbergempol, AKP Mohammad Anshori, mengatakan pihaknya melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Pelaksanaan Salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala,” ujarnya.
Salat Id dilaksanakan tanpa menggunakan pengeras suara. Jemaah melantunkan takbir di dalam masjid sebagai penanda dimulainya ibadah. Usai pelaksanaan salat, para jemaah saling bersalaman dan sebagian melanjutkan dengan ziarah ke makam yang berada di belakang masjid.
“Jemaah ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal,” terangnya.
Menurut Anshori, pelaksanaan Salat Id lebih awal tersebut merupakan tradisi yang telah lama dijalankan oleh Jemaah Al Muhdor. Mereka memiliki metode perhitungan sendiri dalam menentukan awal Ramadhan dan Syawal.
Meski berbeda dengan penetapan pemerintah, tradisi tersebut tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Warga sekitar tetap menjaga sikap saling menghormati.
“Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat,” pungkasnya. [nm/beq]






