Pamekasan (beritajatim.com) – Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pamekasan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diketahui tidak mematuhi ketentuan dan mendistribusikan makanan yang tidak layak konsumsi kepada siswa.
Terlebih program MBG tersebut merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi bangsa, khususnya para pelajar, mulai dari tingkat PAUD/TK hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Hal tersebut disampaikan seiring dengan ramainya perbincangan publik berkenaan dengan adanya menu MBG yang ditolak oleh penerima, tepatnya melalui SPPG As-Salman yang didistribusikan ke SMA Negeri 2 Pamekasan, beberapa waktu lalu.
“Hal ini penting kami sampaikan agar kasus menu MBG yang tidak sesuai tidak kembali terulang di kemudian hari, apalagi program MBG ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat,” kata Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, Senin (16/3/2026).
Pihaknya menegaskan jika program tersebut harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan. “Tentu evaluasi penting untuk kita lakukan, semata-mata untuk melindungi kesehatan para siswa penerima manfaat. Apalagi program ini juga menyangkut kesehatan siswa di masing-masing sekolah di Pamekasan,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami meminta agar para pengelola dapur (SPPG) di Pamekasan, benar-benar bisa bekerja sama dengan tidak mendistribusikan menu yang tidak layak konsumsi,” sambung pria yang juga tercatat sebagai Wakil Bupati Pamekasan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap berbagai peristiwa yang terjadi sebelumnya, seperti penolakan dari SMA Negeri 2 Pamekasan, tidak kembali terulang di kemudian hari, dan program tersebut terlaksana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak ingin kasus yang terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan ini terjadi lagi di Pamekasan di masa-masa yang akan datang. Karena itu, evaluasi menyeluruh kami lakukan demi pelaksanaan program yang lebih baik,” pungkasnya. [pin/but]






