Ponorogo (beritajatim.com) – Arus mobilitas warga menjelang Hari Raya Idul Fitri mulai meningkat di berbagai titik di Kabupaten Ponorogo. Pos pengamanan dan pos pelayanan menjadi garda depan untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman. Untuk memastikan kesiapan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita turun langsung meninjau sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) Operasi Ketupat Semeru 2026 bersama jajaran Forkopimda.
“Giat saya siang hari ini sambil ngabuburit, saya berkeliling dan meninjau ke pos-pos jaga Hari Raya Idul Fitri, guna memastikan berbagai pelayanan atau fasilitas yang tersedia,” kata Lisdyarita, Minggu (15/3/2026).
Dalam kunjungannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu memastikan fasilitas yang tersedia di pos pengamanan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para pemudik. Sejumlah fasilitas seperti layanan kesehatan, bengkel darurat, hingga area istirahat disiapkan untuk membantu pemudik melepas lelah saat perjalanan. Bahkan beberapa pos juga menyediakan tempat bermain anak agar keluarga yang berhenti bisa beristirahat dengan lebih nyaman.
“Ada pos kesehatan, ada bengkel, ada tempat bermain anak. Agar nanti yang beristirahat bisa segar kembali,” harapnya.
Bunda Rita juga mengingatkan masyarakat yang hendak mudik maupun berwisata selama libur Lebaran agar tetap berhati-hati di jalan. Peningkatan mobilitas kendaraan di jalur-jalur utama Ponorogo diprediksi terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, pengendara diminta tidak memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan.
“Bagi warga masyarakat baik yang hendak mudik maupun yang sedang berekreasi, tetap berhati-hati ketika berkendara di jalan. Karena mobilitas sudah terus meningkat menjelang Lebaran ini. Jangan sampai niat berlebaran, namun terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika merasa lelah cepat beristirahat, jangan dipaksakan, apalagi saat mengantuk, berhenti dulu,” tegasnya.
Selain menjadi tempat istirahat bagi pemudik, keberadaan personel di pos pengamanan maupun pos pelayanan juga diharapkan mampu menekan potensi kejahatan jalanan. Tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindakan kriminal. Karena itu, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Keberadaan personel di pos-pos ini harapannya juga bisa mencegah adanya kejahatan jalanan. Masih ada orang-orang yang memanfaatkan tingginya mobilitas warga untuk berbuat kejahatan,” jelasnya.
Momentum menjelang Lebaran juga diminta dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung perekonomian lokal. Bunda Rita mengajak warga membeli berbagai kebutuhan Lebaran dari pelaku usaha lokal maupun UMKM Ponorogo. Selain membantu perekonomian daerah, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai produk khas dengan harga terjangkau.
“Lalu pesan saya yang ingin berbelanja untuk Lebaran, saya sarankan untuk bisa membeli berbagai produk lokal. Bisa juga berbelanja baju Lebaran, sepatu, tas, dan banyak jajanan juga di Pasar Legi contohnya,” ungkapnya.
Dia juga menyebut sejumlah sentra oleh-oleh khas Ponorogo yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Di antaranya pusat oleh-oleh di Gadung Melati maupun produsen jenang khas Ponorogo yang sudah dikenal luas. Dengan berbelanja di tempat tersebut, masyarakat juga ikut membantu keberlangsungan pelaku UMKM di daerah.
“Untuk jajanan yang enak-enak dan murah bisa belanja di teman-teman UMKM yang ada, salah satunya pusat oleh-oleh di Gadung Melati, di Jenang Mirah, di Jenang Teguh, sehingga UMKM kita juga kebagian rezeki,” pungkasnya.(end/but)






