Surabaya (beritajatim.com) – Suasana di sejumlah perlintasan kereta api di wilayah Kebonsari dan Pagesangan tampak berbeda menjelang Idulfitri.
Para relawan penjaga palang pintu yang biasa berjaga di bawah terik matahari dan hujan mendadak mendapat kunjungan sekaligus bingkisan Lebaran melalui program MBG atau Membagikan Bingkisan Gratis dari DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
“Menjelang Idulfitri mobilitas masyarakat meningkat. Di saat banyak orang berkumpul bersama keluarga, para relawan ini tetap berjaga di perlintasan kereta api untuk membantu keselamatan pengguna jalan,” kata Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji.
Program MBG menjadi bagian dari pembagian sekitar 9.000 paket sembako kepada masyarakat Surabaya. Para relawan penjaga perlintasan menjadi salah satu kelompok yang menerima bingkisan karena dinilai memiliki peran penting menjaga keselamatan pengguna jalan.
“Gak peduli hujan, gak peduli panas, beliau-beliau ini membantu keselamatan masyarakat. Karena itu kami hadir memberikan apresiasi,” ujarnya.
Di sejumlah titik perlintasan, kehadiran Armuji juga menarik perhatian warga sekitar. Pengguna jalan yang melintas memperlambat kendaraan, sementara warga kampung sekitar keluar rumah untuk menyapa dan menyaksikan pembagian bingkisan tersebut.
“Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga. Para relawan ini bekerja dengan penuh kepedulian demi keselamatan orang lain,” katanya.
Salah satu relawan, Kasi, mengaku terharu mendapat perhatian tersebut. Dia telah puluhan tahun menjadi relawan penjaga perlintasan kereta api di wilayah Kebonsari.
“Saya sudah lebih dari 30 tahun jadi relawan penjaga perlintasan kereta api,” ujar Kasi.
Armuji berharap program MBG tidak hanya menjadi bentuk kepedulian menjelang Lebaran, tetapi juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas di jalur kereta api.
“Ayo kabeh hati-hati. Taati aturan lalu lintas. Budal slamet, mulih slamet,” pungkasnya.[asg]






