Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, meminta Pemerintah Provinsi Jatim meningkatkan kewaspadaan menyusul memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Dia mengingatkan ada sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur yang masih bekerja di sejumlah negara kawasan tersebut.
“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas. Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman,” kata Bunda Wara sapaannya, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), ribuan PMI asal Jawa Timur bekerja di sejumlah negara Timur Tengah. Negara dengan jumlah PMI terbesar antara lain Arab Saudi, Turki, dan Qatar.
“Situasi geopolitik yang memanas di kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tutur dia.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif untuk memastikan perlindungan PMI tetap berjalan. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperbarui data keberadaan PMI serta memperkuat koordinasi lintas lembaga.
“Pemprov harus memastikan data PMI asal Jatim yang berada di Timur Tengah benar-benar terbarui. Jika situasi tidak kondusif, langkah-langkah evakuasi harus sudah dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.
Dia menilai perlindungan terhadap pekerja migran tidak hanya dilakukan ketika terjadi krisis. Upaya perlindungan harus dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja hingga selama mereka bekerja di luar negeri.
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu negara, termasuk pemerintah daerah, harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” katanya.
Meski sebagian besar PMI tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai dapat memunculkan dampak tidak langsung yang perlu diantisipasi sejak awal.[asg/ted]






