Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Pasar Karang Menjangan yang lebih dikenal sebagai Pasar Karmen Surabaya kembali menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk berburu takjil selama bulan Ramadan. Setiap sore, deretan pedagang mulai memenuhi sisi jalan dengan berbagai pilihan hidangan berbuka yang menggugah selera.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan serta deretan minuman segar yang tersusun rapi langsung menyambut siapa saja yang melintas. Suasana ini menciptakan nuansa ngabuburit yang khas dan selalu dirindukan masyarakat setiap kali Ramadan tiba.
Salah satu pedagang yang rutin membuka lapak di kawasan tersebut adalah Ismi. Ia mengaku sudah mulai berjualan sejak hari pertama puasa tahun ini. Menurutnya, pembeli biasanya mulai berdatangan dan memadati area sekitar lapak menjelang sore hari.
“Biasanya mulai ramai itu sekitar jam tiga sore. Pembeli mulai datang satu per satu buat cari takjil,” ujar Ismi.
Namun, ia merasakan adanya perbedaan jika dibandingkan dengan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya. Penjualan pada Ramadan kali ini dinilai sedikit lebih sepi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh cuaca yang kerap turun hujan pada sore hari sehingga sebagian warga memilih tetap berada di rumah.
“Kalau dibanding tahun kemarin memang terasa lebih sepi, soalnya sekarang sering hujan pas sore. Jadi mungkin banyak yang memilih di rumah,” tambahnya.
Meski demikian, faktor cuaca tidak sepenuhnya mengurangi peluang penjualan. Ismi mengungkapkan bahwa pendapatannya selama Ramadan tetap meningkat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar bulan puasa.
“Walaupun kadang hujan, tapi kalau Ramadan tetap lebih ramai dibanding hari biasa. Lumayan buat nambah penghasilan,” katanya.
Menariknya, sebagian besar pembeli di kawasan ini berasal dari kalangan mahasiswa. Lokasi Pasar Karmen yang sangat dekat dengan Universitas Airlangga menjadikannya tempat favorit mahasiswa untuk mencari menu berbuka yang terjangkau.
Beragam pilihan menu yang dijajakan para pedagang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Untuk makanan, pembeli dapat menemukan berbagai jenis gorengan hingga makanan berat lainnya.
Salah satu takjil yang paling banyak diminati adalah lumpia dan pisang goreng yang disajikan dengan tambahan topping seperti cokelat dan keju. Selain itu, aneka minuman dingin juga menjadi pilihan favorit untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.
Variasi minuman yang tersedia cukup beragam, mulai dari jus buah segar, es oyen, es campur, hingga es dawet. Tidak ketinggalan minuman khas yang hampir selalu hadir setiap Ramadan seperti es blewah serta es teh sederhana yang tetap menjadi pilihan banyak pembeli.
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan masyarakat tetap datang ke pasar ini meskipun kondisi cuaca terkadang kurang mendukung. Bagi warga sekitar maupun mahasiswa, berburu takjil di Pasar Karmen telah menjadi bagian dari tradisi ngabuburit yang selalu hadir setiap Ramadan. [Meychel Salsabyla, Wakhdah Alisa/beq]






