Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai langkah pengamanan selama Ramadan hingga arus mudik dan perayaan Idulfitri. Dalam operasi tersebut, Polda Jatim mengerahkan total 16.326 personel gabungan.
Ribuan personel itu terdiri dari 1.190 anggota Polda Jatim, 8.419 personel Polres/Polrestabes/Polresta jajaran, 1.313 personel TNI, serta 5.404 personel dari instansi terkait dan Mitra Kamtibmas atau Pam Swakarsa.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 bukan sekadar pengamanan arus lalu lintas selama mudik. Operasi ini juga menjadi bentuk pelayanan publik yang lebih luas kepada masyarakat.
Menurutnya, operasi tersebut mencakup pelayanan sosial, spiritual, hingga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang bersifat fundamental.
Operasi kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Semeru 2026 itu akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pelaksanaannya melibatkan seluruh jajaran Polda Jatim bersama TNI, instansi terkait, serta mitra kamtibmas.
Operasi Ketupat Semeru 2026 juga merupakan operasi kemanusiaan yang difokuskan untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa Ramadan hingga perjalanan mudik Lebaran.
“Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idulfitri, hingga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga,” tutur Nanang usai memimpin apel gelar pasukan di Mapolda Jatim.
Dalam operasi ini, Polda Jatim juga telah memetakan sejumlah potensi kerawanan yang berpotensi muncul selama Ramadan dan Lebaran.
Potensi tersebut antara lain ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum organisasi masyarakat, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, gangguan kamtibmas lain seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, hingga potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian dalam operasi tersebut.
“Semua potensi kerawanan tersebut sudah kami petakan dan antisipasi melalui penggelaran pasukan yang kita laksanakan hari ini,” jelasnya.
Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik dan tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idulfitri.
Ia berharap, kondisi keamanan yang kondusif dapat mendukung terwujudnya slogan Mudik Aman Keluarga Bahagia bagi masyarakat yang merayakan Lebaran tahun ini. [uci/beq]






