Pacitan (beritajatim.com) – Rencana program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan positif dari para pengrajin genteng di Desa Ploso, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Para perajin mengaku siap meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar jika program tersebut benar-benar dijalankan.
Desa Ploso selama ini dikenal sebagai sentra industri genteng dan batu bata berkualitas di Pacitan. Ratusan perajin tersebar di beberapa dusun dan industri rumahan tersebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja.
Salah satu pengrajin, Agus Marianto (38), mengatakan dalam sehari dirinya mampu memproduksi sekitar 250 hingga 300 genteng, mulai dari proses penggilingan tanah hingga pencetakan.
“Sekali produksi sekitar 250 genteng, namun kalau pesanan banyak yang bisa ditingkatkan” ujarnya Kamis (12/3/2026)
Produk unggulan dari desa ini adalah genteng Mantili yang telah lama dikenal masyarakat karena kualitasnya. Selain digunakan oleh warga lokal, genteng dari Ploso juga dipasarkan ke sejumlah kecamatan di Pacitan seperti Pringkuku, Donorojo, Pacitan, hingga Tulakan. Bahkan, tidak sedikit pesanan datang dari kabupaten tetangga.
Kepala Desa Ploso, Agus Cahyono, menyebut industri genteng dan batu bata menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga. Menurutnya, keberadaan ratusan pengrajin membuat roda ekonomi desa terus bergerak.
“Dampak ekonominya luar biasa. Ratusan pengrajin di sini ekonominya cukup mapan, Semakin semangat memenuhi permintaan-permintaan yang akan datang.” katanya.
Berkat usaha tersebut, banyak warga mampu menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi. Para pengrajin juga terus berinovasi dengan mengembangkan desain genteng yang lebih modern tanpa meninggalkan ciri khas produk lokal.
Selain itu, mereka mulai memanfaatkan platform marketplace untuk mempromosikan dan memasarkan produk agar mampu bersaing dengan daerah lain yang juga memiliki industri serupa.
Dengan adanya rencana program gentengisasi dari pemerintah pusat, para pengrajin di Desa Ploso berharap permintaan genteng akan semakin meningkat. Mereka pun menyatakan siap memenuhi kebutuhan pasar jika program tersebut direalisasikan. (tri/ian)






