Surabaya (beritajatim.com)– Masyarakat Jawa Timur kini tidak lagi sekadar menjadi penikmat fasilitas publik, tetapi diajak menjadi “pemodal” pembangunan nasional. Melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, pemerintah resmi memperkenalkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) di Surabaya sebagai instrumen investasi baru yang inklusif.
Acara sosialisasi yang digelar di Arunaya Resto, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) ini menandai langkah strategis PT SMI dalam menjaring investor ritel dari daerah. Langkah ini diambil menyusul peluncuran resmi ORIS di Jakarta sehari sebelumnya. Kehadiran PT SMI di Surabaya didasari oleh potensi besar Jawa Timur yang memiliki basis investor sangat aktif, baik di sektor saham maupun surat berharga negara.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menegaskan bahwa ORIS bukan sekadar produk keuangan biasa. Dana yang dihimpun dari masyarakat akan dialokasikan langsung untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan yang dampaknya bisa dirasakan langsung. Mulai dari energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, hingga fasilitas sosial seperti gedung sekolah dan penyediaan air bersih.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Reynaldi. Menurutnya, ORIS adalah manifestasi transformasi PT SMI sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (Development Finance Institution) yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk membiayai pembangunan negeri, ORIS menawarkan dua pilihan tenor yang fleksibel. Untuk jangka pendek, tersedia tenor 1 tahun atau 370 hari kalender dengan tingkat kupon sebesar 5,60% per tahun. Sementara bagi investor yang menginginkan imbal hasil lebih tinggi, tersedia tenor 3 tahun dengan kupon sebesar 6,05% per tahun.
Aksesibilitas investasi ini juga tergolong terjangkau bagi kelas menengah. Masyarakat bisa mulai memesan dengan nilai minimum Rp5 juta dan kelipatan tambahan sebesar Rp1 juta. Dengan skema ini, PT SMI berharap literasi keuangan masyarakat terhadap instrumen pendapatan tetap semakin meningkat.
Potensi Jawa Timur sebagai lumbung investor ritel memang bukan isapan jempol. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga November 2025 menunjukkan jumlah investor saham di wilayah ini telah menembus 1,1 juta orang, tumbuh signifikan lebih dari 33% secara tahunan. Tingginya minat investasi ini diharapkan dapat terserap ke dalam instrumen ORIS.
Eban S. Bawono, Direktur PT Indo Premier Sekuritas yang hadir sebagai perwakilan penjamin emisi, menambahkan bahwa antusiasme warga Jawa Timur dalam berwirausaha kini mulai bergeser ke arah investasi yang lebih terukur. Dalam penawaran ini, PT SMI menggandeng sejumlah mitra besar seperti BRI Danareksa Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.
Melalui kehadiran ORIS di Surabaya, PT SMI optimistis dapat memperkuat ekosistem pembiayaan nasional yang lebih mandiri, di mana pembangunan infrastruktur masa depan Indonesia dibiayai oleh rakyatnya sendiri.[rea]






