Lumajang (beritajatim.com) – 5 orang pria di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang diduga komplotan pelaku pencurian hewan diamankan polisi saat hendak beraksi.
Adapun kelima pelaku adalah, NH (46) dan B (37) warga Desa Wates Wetan, serta MW (43) dan N (37) warga Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Selanjutnya, S (37) warga Desa Gununggeno, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sebelumnya, komplotan terduga pelaku diringkus di kawasan Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (7/3/2026) dini hari.
Saat itu, komplotan pelaku diduga hendak melakukan aksi pencurian hewan di wilayah Kecamatan Jatiroto.
Sebab, petugas menemukan bukti berupa senjata tajam jenis celurit sebanyak 10 unit yang diduga hendak digunakan untuk melakukan aksi pencurian hewan.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, aksi dugaan pencurian hewan bisa digagalkan setelah ada laporan warga terkait gerak-gerik mencurigakan dari sebuah kendaraan pikap jenis Granmax yang ditumpangi komplotan pelaku.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas gabungan dengan melakukan patroli dan penyelidikan di titik mencurigakan untuk melacak lokasi komplotan diduga maling hewan itu.
Tak berselang lama, petugas akhirnya mendapati kendaraan yang sebelumnya dilaporkan warga dan langsung menghentikannya saat melintas di Jalan Raya Wonorejo.
“Jadi, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati ada lima orang berada di bak belakang mobil pikap,” ucap Suprapto saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, dugaan aksi pencurian semakin kuat saat petugas menemukan 10 senjata tajam jenis celurit yang dibawa masing-masing terduga pelaku.
Akhirnya, kelima orang tersebut beserta barang bukti langsung diamankan ke Mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk sekarang kelima orang tersebut masih diamankan di tahanan Polres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dari penyidik,” tambahnya.
Suprapto mengaku, pihaknya masih mendalami terkait rencana tindak pidana pencurian hewan yang hendak dilakukan pelaku.
Sebab, hingga saat ini para terduga pelaku masih belum mengakui aksi yang hendak mereka lakukan.
“Kami masih lakukan pendalaman terkait maksud dan tujuan mereka berada di lokasi tersebut dengan disertai senjata tajam,” ungkap Suprapto. (has/aje)






