Lumajang (beritajatim.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menutup destinasi perkemahan Ranu Regulo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya, penutupan Ranu Regulo dilakukan karena mempertimbangkan dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus melanda wilayah Jawa Timur, selama periode bulan Maret 2026.
Kepala BB-TNBTS Rudijanja Tjahja Nugraha mengatakan, pihaknya mengambil kebijakan untuk menutup destinasi wisata perkemahan Ranu Regulo setelah mempertimbangkan himbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem tersebut.
“Cuaca ekstrem ini muncul akibat aktifnya Monsun Asia, gangguan atmosfer Low, MJO, Equatorial Rossby yang melintas, hangatnya suhu muka laut di Selat Madura dan labilnya atmosfer Jawa Timur,” ucap Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, kunjungan ke wisata Ranu Regulo akan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Rudi mengaku, pihaknya ingin selalu memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Sebab, saat ini intensitas hujan, serta potensi tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang cukup besar bisa terjadi.
“Informasi ini kami sampaikan kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab,” tambahnya.
Adapun, bagi pengunjung yang telah melakukan pembelian tiket melalui booking online di bromotenggersemeru.id pada tanggal 8 – 31 Maret 2026 masih dapat melakukan penjadwalan ulang.
Informasi lebih lanjut terkait teknis penjadwalan ulang kunjungan akan disampaikan menyusul kepastian pembukaan kembali objek wisata.
“Untuk mekanisme reschedule akan disampaikan menjelang kepastian objek wisata dibuka kembali,” ungkap Rudi. (has)






