Gresik (beritajatim.com) – Aksi percobaan pencurian terjadi di lingkungan SMP Diponegoro, Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Seorang pemuda asal Surabaya berinisial RDP (19) diamankan warga setelah diduga mencoba mencuri di sekolah tersebut pada Minggu (8/3/2026).
Pemuda yang diketahui berasal dari Kedurus Dukuh IX/5, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya itu tertangkap setelah aksinya dipergoki seorang guru saat berada di dalam kantor sekolah.
Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang guru bernama Munawaroh datang ke sekolah sekitar pukul 09.30 WIB untuk mengambil laptop yang tertinggal di kantor sekolah.
Saat tiba di lokasi, Munawaroh merasa curiga karena melihat jendela kantor sekolah dalam kondisi terbuka. Ketika hendak membuka pintu ruangan, ia justru mendapati seseorang berada di dalam kantor tersebut.
“Pelapor kemudian berteriak maling kemudian terdengar warga di sekitar sekolah,” ujar Musihram, Senin (9/3/2026).
Teriakan tersebut membuat pelaku panik dan berusaha melarikan diri. Ia kabur menuju bagian belakang sekolah dan melompat keluar melalui jendela untuk menghindari kejaran.
Warga yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan dan ikut mengejar pelaku. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga ke area persawahan yang berada di belakang sekolah.
Tak berselang lama, warga akhirnya berhasil menangkap pemuda tersebut di tengah sawah tanpa perlawanan.
“Pelaku kemudian diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Driyorejo,” imbuh Kompol Musihram.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku yang diketahui bekerja sebagai satpam perusahaan itu belum sempat mengambil barang apa pun dari dalam sekolah.
Namun pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan cara merusak kaca musala hingga pecah untuk bisa masuk ke dalam bangunan.
Petugas kepolisian yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kompol Musihram. [dny/beq]






