Situbondo, (beritajatim.com) – Masyarakat Kabupaten Situbondo diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat pada Sabtu (7/3/2026) sore hingga malam hari. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan bencana pohon tumbang dan banjir luapan sungai yang tersebar di sembilan kecamatan.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan sejak pertama kali menerima laporan dari warga sekitar pukul 18.00 WIB.
“Kami menerima laporan dari warga dan langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi. Kejadian ini cukup meluas, dampaknya kita petakan di sembilan kecamatan,” ujar Puriyono saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026) pagi.
Pohon Tumbang Rusak Rumah dan Fasilitas Umum
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Situbondo, sedikitnya sembilan titik pohon tumbang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah. Di Kecamatan Situbondo, sebuah pohon mangga tumbang dan merusak atap rumah milik Ibu Elsa di Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan. Tak jauh dari lokasi tersebut, sebuah warung juga tertimpa pohon di Jl. KH. Mawardi dekat SDN 2 Dawuhan hingga sempat menghalangi akses jalan raya.
“Di Burnik City, Dawuan Parse, ada tiga pohon yang tumbang bersamaan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material cukup signifikan,” tambah Puriyono.
Di Kecamatan Panji, sebuah pohon tumbang menimpa rumah milik Muhammad Taufik di Dusun Barat, Desa Curah Jeru. Sementara di Kecamatan Banyuglugur, dilaporkan empat pohon tumbang di jalan Desa Kalianget. Kecamatan Suboh juga mencatat kerusakan rumah atas nama Slamet Riyadi di Desa Dawuan akibat tertimpa pohon yang merusak bagian teras rumah.
Banjir Bandang Genangi Puluhan Rumah
Selain angin kencang, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hari menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir bandang di beberapa titik. Genangan air dilaporkan merendam pemukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
“Banjir terjadi di Kecamatan Banyuglugur (Desa Kalianget dan Banyuglugur), Kecamatan Besuki (Desa Besuki, Kalimas, Bloro, dan Pesisir), serta Kecamatan Jatibanteng (Kp. Krajan dan Desa Wringin Anom),” jelas Puriyono.
Genangan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Mlandingan (Desa Selomukti dan Sumberpinang), Kecamatan Bungatan (Desa Bungatan), serta Kecamatan Kendit (Desa Klatakan dan Kendit). Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendataan jumlah pastinya rumah yang terdampak genangan.
Respons Cepat dan Imbauan Kewaspadaan
Puriyono menegaskan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian materil cukup signifikan. Pihaknya bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, Tagana, relawan, serta pemerintah desa setempat masih berada di lapangan hingga malam hari untuk melakukan penanganan pohon tumbang dan pendataan lebih lanjut.
“Tim masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mendata kerusakan dan kerugian pascabencana. Kami juga terus menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih ada,” pungkasnya.
BPBD Situbondo mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana, terutama di bantaran sungai dan wilayah dengan pohon-pohon besar, untuk segera melapor jika melihat potensi bahaya di lingkungan masing-masing. (awi/aje)






