Bondowoso (beritajatim.com) – Bencana banjir yang melanda Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, pada Sabtu (7/3/2026) malam mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit. BPBD Kabupaten Bondowoso mencatat total kerugian mencapai Rp230 juta, terdiri dari kerugian sektor pertanian dan kerusakan infrastruktur.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan bahwa banjir disebabkan oleh jebolnya tangkis penahan aliran sungai setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 15.30 WIB. Air yang meluap dari avour (sungai kecil) merendam permukiman warga di tiga dusun.
“Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) di lapangan, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp150 juta. Ini meliputi kerusakan infrastruktur dan barang-barang warga yang terdampak. Sementara itu, sektor pertanian juga mengalami kerugian kurang lebih Rp80 juta akibat 4 hektar sawah terendam banjir,” jelas Kristianto, Minggu (8/3/2026) pagi.
Tangkis yang jebol memiliki ukuran panjang 2 meter, tinggi 1,5 meter, dengan ketebalan 50 cm. Kerusakan infrastruktur ini menjadi penyebab utama meluasnya genangan air ke area pemukiman dan persawahan.
Sebanyak 20 unit rumah terdampak banjir dengan rincian:
· Dusun Krajan Timur: 6 rumah (RT 02, 03, 04 RW 01)
· Dusun Krajan Barat: 10 rumah (RT 07, 10 RW 01)
· Dusun Kojeeh: 4 rumah dan sebuah musholla (RT 12 RW 01)
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kini, air yang sempat merendam rumah warga dilaporkan telah surut dan kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Saat ini tim gabungan masih terus memantau kondisi dan berkoordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya,” tambah Kristianto.
BPBD Bondowoso menerjunkan personel Pusdalops dan TRC yang berkoordinasi dengan berbagai pihak, antara lain Polsek Klabang, Camat Klabang, KRPH Perhutani Klabang, Agen Bencana Jatim, serta warga setempat. Salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah padamnya listrik milik PT Panarukan Situbondo di Desa Wonoboyo sejak pukul 17.45 WIB.
Kristianto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan darurat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Bondowoso. [awi/aje]






