Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Surabaya pada Senin (2/3/2026). Situasi memicu rentetan musibah. Musibah mulai dari 55 pohon tumbang, kerusakan empat bangunan, hingga jatuhnya korban jiwa.
Korban jiwa meninggal dunia merupakan seorang pekerja pembersih kaca gedung bernama Eddy Suparno (51) asal Tambak Wedi, yang tengah bertugas di sebuah apartemen di kawasan Jalan Pakuwon Indah.
Saat kejadian, Eddy terjebak di tengah hujan badai dan sempat terpontang-panting dalam kondisi terikat tali pengaman pada lift gondola. Dia akhirnya dinyatakan wafat saat berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran.
Terkait kerusakan materiil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat bahwa sebaran pohon tumbang akibat cuaca buruk ini meluas hingga ke 17 wilayah kecamatan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, merinci bahwa wilayah terdampak mencakup area mulai dari Tambaksari, Tegalsari, hingga Benowo.
“Pohon tumbang tersebar mulai dari wilayah Kecamatan Tambaksari, Tegalsari, Asem Rowo, Gubeng, Sawahan, Bubutan, Wonokromo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Krembangan, Bulak, Sukolilo, Sambikerep, Genteng, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Benowo,” ujar Linda Novanti, Senin petang (2/3/2026).
Linda menjelaskan bahwa 55 pohon yang roboh tersebut memiliki ukuran bervariasi dengan diameter antara 40 sentimeter (cm) hingga 60 cm, yang dipicu oleh kombinasi angin kencang serta usia pohon yang sudah tua.
“Petugas telah melakukan evakuasi perantingan pohon di masing-masing lokasi. Penyebab pohon tumbang ini karena kondisi cuaca angin kencang dan hujan lebat, ditambah dengan kondisi pohon berusia tua,” jelas Linda.
Selain penanganan pohon, pihak BPBD juga melaporkan adanya empat bangunan warga yang mengalami kerusakan, yakni di wilayah Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal.
“Bangunan rusak saat ini masih dilakukan penanganan dengan koordinasi bersama perangkat kelurahan setempat,” kata Linda.
Terakhir, sebagai imbauan saat terjadi cuaca ekstrem dan hujan lebat BPBD Kota Surabaya mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitasnya.
Bagi para pengguna jalan disarankan berhenti sejenak dan memilih berteduh di tempat yang aman. Hal itu penting dilakukan untuk menghindari resiko kondisi darurat, seperti pohon tumbang, jalanan licin dan minimnya jarak pandang.
”Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (rma/but)






