Pamekasan (beritajatim.com) – Safari Ramadan yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah, diharapkan dapat terjalin sinergi positif antara ulama dan umara’ dalam mewujudkan peningkatan pembangunan di wilayah setempat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman disela kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah, di beberapa kecamatan berbeda di Pamekasan. Di mana dalam kegiatan tersebut, dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab Pamekasan, termasuk tokoh masyarakat, serta pemerintah desa di wilayah setempat.
“Safari Ramadan ini penting dilakukan sebagai ajang silaturahmi antara pemerintah daerah bersama masyarakat, sekaligus kita harapkan terjalin sinergi antara ulama dan umara’. Karena kalau ulama dan umara’ sudah sinergi, insya’ Allah pembangunan tidak akan terkendala,” kata KH Kholilurrahman, Sabtu (28/2/2026).
Terlebih dalam kesempatan tersebut, pihaknya menjabarkan beberapa program yang menjadi visi misi selama masa kepemimpinannya sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Melalui kesempatan ini, kita harapkan masyarakat dapat mengetahui arah pembangunan Pamekasan sebagaimana tertuang dalam RPJMD,” ungkapnya.
“Karena itu kami komitmen memaksimalkan seluruh program yang sudah direncanakan, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan lainnya, dan tentunya sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada. Karena semuanya harus sama-sama berjalan dan berkesinambungan,” imbuhnya.
Bahkan bupati yang akrab disapa Kiai Kholil juga memastikan jika semua program yang djgagsnya merupakan prioritas. “Artinya tidak hanya maksimal di sektor kesehatan, lalu mengesampingkan sektor pendidikan. Tidak begitu, tapi semuanya juga harus berjalan maksimal,” tegasmya.
“Bahkan kami meyakini jika efesiensi anggaran ini tidak akan menjadi penghambat pembangunan, jika semua elemen masyarakat memahami kondisi ini. Oleh karena itu, silaturahmi ini penting untuk menyamakan persepsi antar elemen,” tegas Kiai Kholil.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap Safari Ramadan tersebut dapat menjadi momentum tepat untuk menjalin sinergi. “Kami tidak ingin program pemerintah melabrak kebijakan ulama, tetapi kami juga tidak ingin program ulama melabrak kebijakan pemerintah, sehingga tidak terjadi miskomunikasi dan lainnya, inilah salah satu berkah dari silahturahmi,” pungkasnya. [pin/kun]






