Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyerahkan bantuan hibah senilai Rp100 juta kepada Masjid Nurul Hidayah Tunggulmoro dalam agenda Safari Ramadan di Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal. Penyerahan bantuan ini bertujuan memperkuat peran tempat ibadah sebagai pusat aktivitas sosial sekaligus pembinaan spiritual bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Safari Ramadan Pemkab Mojokerto ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda, Wakil Bupati, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi momentum strategis untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyalurkan dukungan pembangunan berbasis nilai keagamaan.
Muhammad Al Barra menegaskan bahwa dukungan terhadap rumah ibadah merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang berlandaskan penguatan nilai spiritual. Dukungan anggaran ini diharapkan mampu memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan serta mematangkan program pembinaan umat di tingkat desa.
“Masjid Nurul Hidayah memperoleh bantuan hibah sebesar Rp100.000.000 dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ungkap Muhammad Al Barra. Secara keseluruhan, Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan total anggaran hibah pembangunan tempat ibadah mencapai Rp27,005 miliar pada tahun 2026.
Anggaran yang cukup besar tersebut disiapkan guna menunjang kelancaran ibadah serta mendorong peningkatan kualitas keimanan masyarakat secara berkelanjutan. Muhammad Al Barra berharap pengelola masjid dapat memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya demi kepentingan jemaah dan aktivitas positif di lingkungan sekitar.
Posisi masjid dinilai sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat lima waktu bagi warga di Kabupaten Mojokerto. Masjid juga menjadi ruang pendidikan karakter, pembinaan moral, hingga pusat kegiatan sosial yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Melalui forum Safari Ramadan, pemerintah daerah mendapatkan kesempatan untuk melakukan komunikasi langsung guna menyerap aspirasi warga secara lebih efektif. Pemerintah dapat menyampaikan program pembangunan wilayah sekaligus mendengar kebutuhan riil yang dihadapi oleh masyarakat di pelosok desa.
“Safari Ramadan adalah wadah mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ruang dialog untuk mendengar kebutuhan warga,” tegas Muhammad Al Barra. Interaksi dua arah ini memastikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tetap selaras dengan harapan serta kebutuhan masyarakat bawah.
Kehadiran jajaran Pemkab Mojokerto di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan dipastikan membawa manfaat nyata bagi perkembangan pembangunan infrastruktur religi. Dengan dukungan anggaran hibah, masjid diharapkan semakin berdaya sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan penguatan sosial masyarakat di Kabupaten Mojokerto. [tin/beq]






