Ponorogo (beritajatim.com) — Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngrayun berujung bencana. Tebing di atas rumah warga di Dukuh Purworejo, Desa Gedangan, longsor dan menjebol tembok ruang utama rumah pada Selasa (24/2/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Peristiwa longsor di Ngrayun, Ponorogo, itu terjadi setelah hujan turun cukup lama sejak sore hingga malam hari. Tanah yang gembur tak lagi mampu menahan beban, hingga akhirnya ambrol dan menimpa bagian rumah milik Sanijo, warga RT 02/RW 08 Dukuh Purworejo.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo, Masun, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menyebut, faktor utama pemicu longsor adalah curah hujan dengan durasi panjang.
“Curah hujan ringan sampai sedang dengan waktu yang cukup lama membuat kondisi tanah menjadi gembur. Tebing yang berada tepat di atas rumah warga tidak kuat menahan air dan akhirnya longsor,” ujar Masun, Kamis (26/2/2026).
Akibat kejadian itu, tembok ruang utama rumah Sanijo jebol setelah tertimpa material longsoran. Selain merusak bangunan, akses jalan menuju rumah korban juga ambrol sehingga menyulitkan mobilitas penghuni.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan fisik pada bangunan dan akses jalan membuat warga harus lebih waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Masun menegaskan, pihaknya telah melakukan asesmen dan pendataan di lokasi kejadian. BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing atau lereng untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang rumahnya berada di bawah tebing atau lereng, agar selalu waspada ketika hujan turun dalam durasi lama. Jika muncul retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan, segera lapor ke perangkat desa atau BPBD,” tegasnya.
Wilayah Kecamatan Ngrayun memang dikenal memiliki kontur perbukitan dan tanah yang relatif labil saat musim hujan. Kondisi ini membuat potensi longsor di Ponorogo, khususnya daerah selatan dan timur, meningkat ketika curah hujan tinggi. BPBD Ponorogo memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca. Selain itu, juga memantau kondisi tanah di lokasi kejadian guna mengantisipasi longsor susulan. (end/kun)






