Bangkalan (beritajatim.com) – Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengeluhkan tingginya komposisi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di wilayahnya yang mencapai 90 persen karena dinilai menghambat ekspansi sektor industri dan pertumbuhan ekonomi daerah. Keluhan tersebut disampaikan dalam forum virtual Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) yang digelar pada Kamis (26/2/2026).
Menurut Lukman Hakim, besarnya porsi lahan lindung tersebut berdampak langsung pada keterbatasan ruang pengembangan sektor strategis yang dibutuhkan untuk memperluas lapangan kerja. “Dengan komposisi sebesar itu, hampir tidak tersedia ruang yang memadai untuk lahan industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kawasan industri,” ujarnya secara tegas.
Bupati Bangkalan menyatakan bahwa ketersediaan lahan industri sangat krusial untuk menarik investasi besar yang masuk ke wilayah Pulau Madura tersebut. Ia mengakui perlindungan lahan pertanian sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan, namun keseimbangan dengan pertumbuhan ekonomi juga harus tetap diprioritaskan.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini tengah berupaya mencari solusi dengan mengajukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kepada pemerintah pusat. Revisi ini mencakup penyesuaian persentase LSD agar lebih selaras dengan ketentuan standar nasional yang dipatok di angka 87 persen.
Rencana penyesuaian tersebut melibatkan pengurangan sekitar 5 persen dari total LSD yang ada untuk dialokasikan menjadi ruang pengembangan industri baru. “Langkah ini diharapkan menjadi titik temu antara kepentingan ketahanan pangan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan,” ucap Lukman Hakim memberikan penjelasan.
Upaya revisi tata ruang ini diharapkan mampu membuka keran investasi domestik maupun asing guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di ujung barat Pulau Madura. Pihaknya memastikan bahwa pengurangan porsi tersebut dilakukan secara selektif tanpa mengabaikan perlindungan terhadap lahan pertanian yang benar-benar produktif. [sar/beq]







1 Komentar
masih banyak lahan tidur di bangkalan. kita akan lihat sepanjang mata memandang lahan kosong di sepanjang kanan-kiri jalan memasuki bangkalan dari jembatan Suramadu.