Situbondo (beritajatim.com) – Baru setahun memerintah Kabupaten Situbondo, ada sejumlah capaian yang membuat Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo tersenyum. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang mengalahkan Kabupaten Jember, Banyuwangi, dan Lumajang.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan ketiga 2025 Kabupaten Situbondo mencatatkan angka 6,16 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Jember 5,83 persen, Banyuwangi 5,72 persen, dan Lumajang 5.05 persen. “Dahsyat,” kata Rio.
Apa rahasia capaian tersebut? Bupati Rio menjelaskannya kepada Beritajatim.com dalam sebuah wawancara via sambungan telepon, Kamis (19/2/2026). Berikut bagian kelima wawancara tersebut.
Beritajatim.com:
Apa capaian terbesar Anda sejak dilantik menjadi Bupati Situbondo pada 20 Februari 2025 hingga saat ini?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Menurunnya kemiskinan. Itu memang targetnya. Kemarin lima bulan saja sudah turun sekitar 0,34 persen. Itu luar biasa dan membahagiakan. Jadi serangkaian upaya, formasi, kebijakan, dan lain-lain yang kami lakukan ada output dan outcome-nya.
Target saya kan sembilan persen dalam lima tahun memimpin. Waktu saya dilantik, kemiskinan Situbondo 11.51 persen.
Kalau mau dibangga-banggain ya bandara saya banggain. Besuki Heritage saya banggain. Tapi bagi saya itu instrumen, bukan hal pokok. Hal pokok ya mengurangi kemiskinan. Tugas utamanya mengurangi kemiskinan.
Beritajatim.com:
Pertumbuhan ekonomi Situbondo di atas Jember, Banyuwangi, dan Lumajang.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Pertumbuhan ekonomi itu dahsyat. Terakhir transaksi elektronik kita terbaik.
Beritajatim.com:
Apa yang membuat pertumbuhan ekonomi Situbondo melonjak dibandingkan kabupaten lainnya?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Strategi per kuartal saja. Government spending kita, belanja terus-terusan, berapa ratus miliar. Kita enggak enggak bicara pendekatan event UMKM. Tapi di bulan Agustus, di kuartal ketiga, kita bicara soal event, bicara kegiatan-kegiatan yang sifatnya konsumsi massa. Di bulan Agustus, masih sepi pekerjaan. Tapi orang dipaksa untuk mengeluarkan uang.
Makanya diteliti saja, struktur apa yang membentuk pertumbuhan ekonomi Situbondo. Pasti konsumsi. Ini berarti masyarakat percaya diri: mengeluarkan uang, besok pasti dapat uang lagi. Memang yang bagus adalah konsumsi dan investasi. Tapi kan bicara investasi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
Beritajatim.com:
Apa program Anda untuk 2026 untuk memperbaki investasi?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Pastilah diperbaiki. Itu instrumen. Tapi target saya pada 2026 adalah kemiskinan diturunkan ke angka 10 persen dari sekarang 11.17 persen.
Beritajatim.com:
Apa strategi Anda?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Pertama, kemarin produktivitas pertanian kita sudah naik dari 200 ribu sekian ton gabah ke 321 ribu ton gabah. Tahun ini saya berjanji kepada Kementerian Pertanian akan naik ke 500 ribu ton. Itulah yang sedang kami lakukan bersama teman-teman petani muda.
Kemudian yang kedua, saya akan ketemu dengan peternak muda seluruh Situbondo. Mau saya tanyakan juga apa yang mereka butuhkan. Jadi sebenarnya apa yang kami lakukan tidak ada yang spesial dan bombastis. Cuma saya melakukan upaya observasi, riset. Saya lebih punya pengalaman sebagai seorang peneliti, sebagai seorang yang kuat di bidang riset.
Sebuah kebijakan akan dirasakan pemainnya. Kebijakan pertanian misalnya dirasakan oleh petaninya. Saya tanya dulu, kau butuh apa? Ini bisa enggak jadi 500 ribu ton? Apa yang dibutuhkan kami siapkan. Jadi dinas tidak mengarang di atas kertas kosong. Itulah yang kemudian dalam teori kebijakan publik disebut dengan evidence based policy. Selama ini cuma diomongkan di seminar-seminar tapi enggak pernah dipraktikkan.
Jadi apa saja saya tanyakan dulu. Saya cuma ingin kemiskinan turun. Saya menggerakkan pertanian, perikanan, pariwisata. Tujuannya kemiskinan supaya turun. Bukan untuk gagah-gagahan. Mendatangkan investasi, bukan untuk gagah-gagahan, untuk menurunkan kemiskinan.
Beritajatim.com:
Anda sempat berencana membuat ‘destinasi wisata perang-perangan’.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Masih proses. Tahun ini kita resmikan. di Banongan, Baluran. Itu tujuannya untuk mendatangkan orang dan spending money di Situbondo. Kalau ada spending berarti ada orang jual bakso, ada yang jual cemilan, dan lain-lain. Mereka punya pekerjaan. [wir]






