Lamongan (beritajatim.com) – Kuliner tradisional andalan Kabupaten Lamongan, Sego Boran, kini resmi menyandang status Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional.
Sertifikat penetapan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara pada agenda Penyerahan Apresiasi Seniman/Pelaku Budaya, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya, dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Minggu (22/2/2026) di Malang.
Dirham menyebut, penetapan terhadap Sego Boran, bukan hanya menjadi kebanggaan, melainkan juga peluang strategis untuk mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus melakukan upaya promosi dan pengembangan kuliner khas daerah agar semakin dikenal luas dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Dirham, Senin (23/2/2026).
Menurut Dirham, upaya pengembangan kuliner sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjaga identitas daerah melalui pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas kekayaan budaya lokal yang terus dijaga kelestariannya,” ujarnya.
Dengan ditetapkannya Sego Boran sebagai WBTb, menjadikan Kabupaten Lamongan semakin kuat sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya.
Sebelumnya, sejumlah tradisi dan budaya Lamongan juga telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia, di antaranya Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, dan Perahu Ijon-Ijon.
Dirham menambahkan, dalam acara tersebut, juga diserahkan tunjangan kehormatan kepada para Juru Pelihara Cagar Budaya, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam menjaga dan merawat situs bersejarah.
Tunjangan sebesar Rp1.500.000 tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan pelestarian warisan budaya, baik yang bersifat benda maupun takbenda.
“Mari bersama-sama menjaga, melestarikan, dan membanggakan warisan budaya daerah sebagai identitas dan kekuatan Lamongan,” ucapnya. [fak/suf]






