Jember (beritajatim.com) – Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo menilai kemacetan di perempatan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak perlu diselesaikan dengan pembangunan flyover atau jembatan layang. Namun Bupati Muhammad Fawait punya pandangan berbeda.
Saat bertemu dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Fawait mengatakan, perempatann Mangli selalu macet setiap hari, kecuali hari libur. “Saya pikir itu tidak menarik bagi investor kalau kemacetan itu dibiarkan begitu saja,” katanya di sela-sela tinjauan lapang di Mangli, Minggu (22/2/2026).
“Tadi saya meyakinkan Pak Menteri untuk membuat Jember ini lebih maju, investasi harus datang ke Jember dan itu harus disiapkan infrastrukturnya,” kata Fawait.
Selain mengajukan pembangunan flyover, Fawait juga mengajukan anggaran pelebaran jalan dari Kecamatan Tanggul ke kawasan Mangli. “Insyaallah sudah disetujui oleh beliau,” katanya.
Selain itu Fawait meminta pemerintah pusat membangun Pasar Tanjung. “Simbol e wong cilik adalah pedagang tradisional sesuai arahan Presiden, dan beliau juga setuju,” katanya.
Rencananya flyover sepanjang kurang lebih 1,1 kilometer itu akan dibangun untuk menghubungkan kawasan Mangli menuju pusat kota dengan estimasi anggaran Rp700–800 miliar. Detail Engineering Design (DED) masih dalam tahap persiapan.
“Sebenarnya kalau dari perhitungan kita sih, (flyover ini) antara perlu dan enggak perlu. Karena simpang ini masih bisa diatur supaya enggak traffic (macet). Tapi ya sudahlah, Pak Bupati jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk daerahnya,” kata Dody, di sela-sela kunjungan kerja.
Menurut Dody, perempatan Mangli masih bisa dibemahi. “Tapi kata Pak Bupati tidak bisa lagi. Ya sudah, kan saya tidak bisa melawan penguasa setempat kan? Kita ikuti saja arahan Pak Bupati. Tapi saya minta lahannya untuk membangun flyover ini disiapkan,” katanya. [wir]






