Jakarta (beritajatim.com) – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah RI bersinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji serta mempromosikan destinasi wisata Indonesia di pasar internasional menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kerja sama strategis ini disepakati dalam pertemuan resmi di Kantor Kemenhaj, Jakarta, pada Jumat (20/2/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan mengubah sudut pandang penyelenggaraan haji agar tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi nasional.
Mengingat Indonesia merupakan negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, termasuk kontribusi besar dari jemaah asal Kabupaten/Kota di Jawa Timur, mobilitas tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi dipandang sebagai peluang pasar yang sangat strategis.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, melalui keterangan resminya menekankan bahwa posisi Indonesia dalam peta perhajian global harus dikelola secara optimal guna memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di tanah air.
“Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Potensi ini perlu dikelola secara strategis melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional,” tegas Jaenal Effendi.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pariwisata memaparkan strategi promosi terintegrasi untuk memperkuat jenama “Wonderful Indonesia” di Arab Saudi.
Salah satu taktik yang akan dijalankan adalah pemanfaatan media luar ruang melalui skema bus wrapping pada armada transportasi di Saudi, serta optimalisasi jaringan promosi digital di luar negeri.
“Inovasi terbaru yang diperkenalkan dalam pertemuan ini adalah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama MaiA,” terang Jaenal Effendi.
Platform interaktif ini dirancang khusus untuk memberikan rekomendasi destinasi wisata di Indonesia dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab, guna mempermudah akses informasi bagi wisatawan mancanegara dan jemaah yang ingin mengeksplorasi potensi wisata nusantara.
“Sinergi ini juga menjadi jawaban atas ketatnya daya saing regional, mengingat beberapa negara di Asia Tenggara mulai mempermudah akses kunjungan wisatawan asing,” bebernya.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenhaj dan Kemenpar berkomitmen meningkatkan visibilitas Indonesia di pasar global dengan memanfaatkan ekosistem haji sebagai jembatan promosi pariwisata.
Pemanfaatan teknologi AI dan promosi kreatif di tanah suci diharapkan mampu memperluas jangkauan sektor pariwisata Indonesia ke mata dunia.
“Sinergi lintas kementerian ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya industri pendukung haji yang lebih modern, transparan, dan kompetitif di kancah internasional,” pungkasnya. [ian]






