Situbondo (beritajatim.com) – Usai dilantik menjadi Bupati Situbondo oleh Prabowo Subianto, 20 Februari 2025, Yusuf Rio Wahyu Prayogo menghadapi situasi pelik. Pemerintah pusat memangkas dana transfer keuangan yang memaksa pemerintah daerah harus memutar otak untuk menjaga ruang fiskal.
Kemandirian pendapatan asli daerah (PAD) sering didengung-dengungkan menjadi solusi kunci. Namun, meningkatkan PAD tak semudah membalik telapak tangan.
Kepada Beritajatim.com, Bupati Rio menjelaskan pembangunan Situbondo selama setahun pertama masa pemeruntahannya dan bagaimana keluar dari keterbatasan anggaran. Berikut bagian keempat wawancara tersebut.
Beritajatim.com:
Bagaimana kiat Anda menghadapi keterbatasan fiskal di daerah karena pemangkasan dana transfer daerah dari pusat?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Kreativitas dong. Banyak anggaran yang bisa dipangkas. Sekarang anggaran makanan dan minuman di OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sudah tidak ada lagi.
Kemudian komunikasi dan jejaring networking di Jakarta juga kami manfaatkan betul, misalnya untuk infrastruktur. Seperti kemarin kami dapat anggaran revitalisasi sekolah-sekolah paling banyak se-Indonesia.
Beritajatim.com:
Kemandirian fiskal sering disebut sebagai keniscayaan di tengah rasionalisasi anggaran dari pusat, dan pendapatan asli daerah (PAD) adalah kuncinya. Bagaimana Anda meningkatkan PAD Situbondo?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Peningkatan PAD selalu menjadi pembahasan di DPR, dan di seminar-seminar. Tapi enggak pernah ada yang tahu caranya. Tidak ada yang bisa benar-benar bisa mempraktikkannya, kecuali memang kita berharap waktu yang long term (jangka panjang).
Tidak bisa kita switching tahun ini sekian, tahun depan sekian. Bagaimana caranya? Tapi kalau long term itu bisa, dengan cara meningkatkan kapasitas produksi pertanian, meningkatkan pariwisata, itu semua.
Solusi peningkatan PAD kan jangka pendek semua. Katakanlah pajak restoran, sudah berapa kali kami coba menagih. Tidak mau orang bayar itu. Ada yang bilang harus tegas. Tapi kalau kemudian tutup, bagaimana? Lebih parah lagi kan?
Satu-satunya pajak yang dibebankan kepada pemerintah daerah adalah pajak rakyat kecil. Sementara pajak pertambahan nilai ditarik ke pusat. Jadi kita ini vis-a-vis dengan rakyat. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) kemarin sempat ramai di Pati, Jawa Tengah. Justru di Situbondo (nominal PBB) saya turunkan lagi. Saya kasihan kepada masyarakat.
PAD kita Rp 316 miliar. Paling cepat meningkatkannya adalah dengan mendatangkan investasi. Selama investasi tidak terlalu besar, saya tidak terlalu ini (berharap) lagi. Alhamdulillah. investasi sudah mulai meningkat. Intinya PAD akan tinggi kalau swasta berjalan aktif.
Beritajatim.com:
Anda pernah mencanangkan Investor Day di Situbondo pada awal pemerintahan. Sejauh ini seperti apa hasilnya?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Aku belum cek datanya Tapi ada beberapa obstacles (rintangan) di lapangan.
Beritajatim.com
Apa hambatan investasi di Situbondo?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Musuh swasta adalah oknum kelompok NGO (Non Government Organisation) atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang suka gangguin. Itu juga yang kemarin sempat menjadi prioritas saya untuk membasmi mereka.
Beritajatim.com:
Selain itu?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Ada tiga investor mau masuk bikin Pasir Putih jauh lebih modern dan bagus lagi. Tapi lagi-lagi aturan-aturan pemerintah daerah tidak mendukung. Ribet sekali, karena posisinya bukan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). UPT (Unit Pelaksana Teknis) juga belum. Masih di bawah dinas, jadi ribet sekali.
Kemudian ada investasi distributor jagung dan pabrik di pinggir jalan. Udang-undangnya memperbolehkan, cuma ada surat edaran Menteri yang tidak memperbolehkan karena tanah sawah. Mereka pasti ingin membangun dekat jalan dong, namanya saja pabrik.
Saya kira itu sama di semua daerah. Karena kita sedang berfokus di ketahanan pangan, jadi tidak boleh ada sawah yang dialihfungsikan. Padahal kan kalau di pinggir jalan, asumsi saya sih harusnya diperbolehkan. Kan tidak besar juga, paling cuma berapa ratus meter persegi.
Beritajatim.com:
Berarti hambatan terbesar investasi masuk ke Situbondo adalah regulasi ya?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Struktural.
Beritajatim.com:
Termasuk hambatan sumber daya birokrasi?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Oh, tidak. Kalau itu tidak ada hambatan sama sekali. Kalau under my authority, semua suportif banget. Dinas-dinas suportif banget. Tapi kan seperti rumah sakit kemarin tuh mau membangun, kendalanya di pusat. [wir]






