Situbondo (beritajatim.com) – Kemiskinan adalah pekerjaan rumah Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah selama setahun memimpin Kabupaten Situbondo, sejak 20 Februari 2025.
“Semua kepala daerah harus berpikir bagaimana mengurangi kemiskinan,” kata Rio dalam wawancara dengan Beritajatim.com, Kamis (19/2/2026).
Badan Pusat Statistik mencatat penduduk miskin di Kabupaten Situbondo pada Maret 2025 sebesar 11,17 persen. Jumlah penduduk miskin pada periode yang sama tercatat sebanyak 78.020 jiwa.
Bagaimana strategi memangkas angka kemiskinan ini? Berikut bagian ketiga wawancara Beritajatim.com dengan Bupati Rio Prayogo.
Beritajatim.com:
Selama setahun masa pemerintahan, apa prioritas Anda sebagai Bupati Situbondo?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Sebenarnya kalau mau jujur, semua kepala daerah harus berpikir bagaimana mengurangi kemiskinan. Tugas kami itu sebenarnya. Meskipun bungkusnya atau packaging-nya mau memajukan, mau memodernkan, semuanya ingin mengurangi kemiskinan.
Nah, itu juga yang ada di benak saya: mengurangi kemiskinan. Cuma instrumennya apa untuk mengurangi kemiskinan itu? Banyak sekali instrumennya. Di situ akhirnya kami memilih prioritas.
Kemiskinan Situbondo secara existing berada di atas angka 10 persen. Kami tetapkan apa problemnya. Kalau pendekatan formal, tidak bisa.
Kita bangun pabrik misalnya, lalu kita berharap ada industrialisasi di sini. Berapa sih tingkat penerimaan tenaga kerjanya? Job creation-nya berapa? Enggak begitu besar. Belum lagi kesiapan sumber daya manusia (SDM). SDM kita masih relatif rendah.
Kita cek kemudian dan kita pelajari di kawasan-kawasan industri baru, justru disparitasnya cukup tinggi. Makanya pilihan terbaiknya adalah menggerakkan sektor informal. Salah satunya adalah UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Maka kita fokus ke sana.
UMKM itu fokusnya di pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata. Itu instrumen yang kita gunakan. Maka orientasi kebijakan itu memberikan dukungan kepada upaya UMKM.
[Catatan: Pemkab Situbondo diganjar penghargaan CNN Indonesia Awards 2025 untuk kategori Outstanding Regional Initiative for MSME Empowerment, dalam acara CNN Indonesia Awards 2025 di Jakarta pada 31 Oktober 2025, karena memberdayakan UMKM]
Beritajatim.com:
Seperti apa?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Misalnya pertanian. Kami melakukan pertemuan dan pengembangan sumber daya manusia anak-anak muda di Situbondo, di-develop supaya lebih adaptif terhadap kemauan ini.
Kemarin saya kumpulkan 600 orang anak muda. Petani-petani muda saya kumpulkan. Apa kebutuhanmu, ayo kita siapkan.
Kenapa anak muda? Karena anak mudalah yang punya umur lebih panjang dibanding orang tua. Anak muda punya energi untuk melakukan produktivitas, membuat produktivitas yang lebih besar.
Beritajatim.com:
Kuncinya di mana?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Portofolio pertanian kita 38 ribu hektare. Saya menahan supaya anak anak-petani tidak menjadi pegawai bank, tidak menjadi PNS, tidak menjadi karyawan pabrik, tapi kembali bertani. Itu yang kami lakukan.
Oke, butuh apa? Butuh alat ini, alat itu, pelatihan ini, itu. Kami siapkan, termasuk bibit-bibit hortikultura kita siapkan, berapa ribu bibit kita bagikan.
Kemudian di sisi teknologi pertaniannya. Kopi misalnya, atau jagung, kita bantu, kita backup. Orientasinya kita ubah kebijakan itu.
Kedua, misalnya di perikanan. Orientasinya kita ubah. Masyarakat pesisir tidak hanya menangkap ikan lalu dijual. Tapi juga harus bisa melakukan down streaming atau hilirisasi, jadi produk abon dan macam-macam.
Beritajatim.com:
Bagaimana dengan sektor pariwisata? Hari ini sektor ini menjadi idola pemerintah daerah.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo
Pariwisata juga mindset-nya digeser. Pariwisata tidak harus tourism seperti Pasir Putih. Tapi niche tourism perlu dikembangkan. Contohnya di Baluran. Sudah mulai ada glamping. Ini niche tourism tapi mahal.
[Catatan: niche tourism adalah pariwisata ceruk/khusus, yang berfokus pada segmen pasar, minat, atau pengalaman spesifik dan unik, bukan untuk pasar massal. Jenis ini melayani kelompok wisatawan kecil yang mencari pengalaman mendalam, seperti ekowisata, wisata budaya, kuliner, atau petualangan.]
Atau heritage. Heritage di Situbondo sangat kaya. Di kawasan Kecamatan Besuki misalnya, yang kami rebranding menjadi kawasan kolonial yang yang punya nilai sejarah dan nilai ekonomi. Pendapa Pate Alos baru 20 persen dibangun. Nanti kalau selesai dibangun, satu kawasan itu akan menjadi Besuki Heritage Hub.
Orang menganggap pariwisata itu nonton pantai, lihat gunung. Bukan hanya itu. Kita berangkat dari yang ada dulu. Anyer-Panarukan kemarin kami tawarkan ke beberapa pihak, ke Kementerian, ke gubernur, dan ke Bupati. Serang. Alhamdulillah, kami akan gelar Festival Anyer-Panarukan. Itu kan luar biasa.
Seperti itu yang yang kita kembangkan. Seharusnya sih itu bisa menopang pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, selain belanja-belanja rutin, seperti infrastruktur dan lain-lain. [wir]






