Mojokerto (beritajatim.com) – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Mojokerto pada Desember 2025 tercatat sebesar 35,63 persen.
Angka ini mengalami kenaikan 1,24 poin dibandingkan bulan November 2025 yang berada di level 34,39 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan bahwa peningkatan TPK tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas perhotelan menjelang akhir tahun. “TPK hotel Desember 2025 sebesar 35,63 persen, meningkat dibandingkan November,” ungkapnya, Jumat (20/2/2026).
Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan mobilitas dan kunjungan pada periode libur akhir tahun. Meski tingkat hunian meningkat, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) justru mengalami sedikit penurunan. Pada Desember 2025, RLMT hotel di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 1,02 hari.
“Penurunan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar tamu hanya menginap dalam waktu singkat. Secara umum RLMT Desember 2025 sebesar 1,02 hari, sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Ini menandakan pola kunjungan yang didominasi perjalanan singkat,” jelasnya.
Jika dirinci berdasarkan kewarganegaraan, RLMT tamu asing pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,00 hari, sedangkan tamu domestik atau Indonesia sebesar 1,02 hari. Data BPS Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa sektor perhotelan di Kabupaten Mojokerto tetap bergerak positif di akhir tahun.
“Meskipun durasi menginap wisatawan masih relatif singkat. Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh karakter perjalanan singkat, kunjungan bisnis, maupun wisata harian di wilayah Mojokerto dan sekitarnya,” tegasnya. [tin/ted]






