Ponorogo (beritajatim.com) – Hari pertama Ramadhan di Ponorogo langsung diwarnai antrean pembelian sembako. Ya, ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Ponorogo Kota untuk mendapatkan kebutuhan pokok murah, dalam kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.
Pasar murah itu, dimulai sore hari sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum waktu yang ditentukan, warga sudah berdatangan. Mereka rela antre dan berdesakan demi membeli sembako dengan harga lebih rendah dari pasaran. Momentum awal Ramadhan yang identik dengan kenaikan harga bahan pokok, membuat kegiatan ini disambut antusias.
Di lokasi, suasana sempat padat. Warga harus sedikit merapat dan antre bergantian agar bisa memperoleh komoditas yang jumlahnya terbatas. Beras menjadi buruan utama, disusul minyak goreng dan telur. Martini, warga Kelurahan Kertosari, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurutnya, memasuki Ramadha harga kebutuhan pokok cenderung naik. Sehingga selisih harga sekecil apa pun sangat berarti bagi masyarakat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Sekarang sudah Ramadhan, harga-harga cenderung pada naik. Kalau ada pasar murah seperti ini jadi lebih ringan,” ungkap Martini, Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, Mulki selaku Plt Kepala Unit Magetan Disperindag Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa dalam pasar murah tersebut pihaknya menyediakan dua ton beras SPHP, sepuluh karton Minyakita, 75 kilogram telur ayam, serta lima kilogram cabai rawit yang seluruhnya dijual di bawah harga pasar. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menekan lonjakan harga sembako yang biasa terjadi menjelang dan selama Ramadhan.
“Kami ingin membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga,” terang Mulki.
Tak butuh waktu lama, komoditas yang disiapkan langsung habis terjual. Beras SPHP menjadi yang paling cepat ludes, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok murah. Warga berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar sekali. Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dapat lebih sering menghadirkan pasar murah, terutama selama Ramadhan. Sebab, saat itu beban belanja rumah tangga meningkat.
“Ya sering-seringlah ngadai pasar murah beginj,” pungkas Martini. (end/ian)






