Mojokerto (beritajatim.com) — Aksi balap liar yang kerap dijuluki ‘Ramadan Race’ kembali meresahkan warga Kabupaten Mojokerto.
Puluhan remaja nekat menggelar balapan motor ilegal di Jalan Raya Bangsal–Dlanggu, tepatnya di perbatasan Desa Pacing dan Desa Wonokerto, Kecamatan Bangsal.
Balapan liar tersebut berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, saat sebagian masyarakat tengah bersiap menjalankan sahur. Ruas jalan yang mengarah ke Pacet itu mendadak berubah menjadi arena balap dadakan. Selain para pembalap, ratusan remaja lainnya turut memadati sisi jalan untuk menonton sekaligus memberi semangat.
Kerumunan besar membuat suasana riuh dan berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas. Sejumlah sepeda motor yang digunakan terlihat telah dimodifikasi, terutama pada bagian knalpot yang menggunakan knalpot brong. Raungan mesin keras memecah keheningan dini hari dan mengganggu warga sekitar.
Ironisnya, lokasi balap liar tersebut tidak jauh dari Gudang Ketahanan Pangan Polri milik Polda Jatim di Mojokerto. Meski berada dekat fasilitas kepolisian, para remaja tampak tidak gentar dan tetap melakukan adu kecepatan di jalan umum. Aksi berbahaya itu baru berakhir sekitar pukul 05.00 WIB.
Ini setelah hujan turun dan sebuah mobil patroli dari Polsek Bangsal melintas di lokasi. Para pelaku balap liar pun langsung membubarkan diri setelah melihat mobil patroli dari Polsek Bangsal melintas di lokasi ‘Ramadan Race’ tersebut.
Seorang warga setempat, Yadi (45) mengaku resah karena fenomena tersebut selalu berulang setiap memasuki awal Ramadan. “Ini tiap awal-awal puasa selalu ada balap liar di sini. Tiap hari setelah sahur ini dijaga sampai siang hari. Masak nunggu korban jiwa,” ungkapnya.
Meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa, warga menilai aksi tersebut sangat membahayakan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu, kebisingan yang ditimbulkan juga mengganggu kenyamanan masyarakat yang tengah beribadah. Yadi berharap aparat penegak hukum meningkatkan patroli, terutama pada jam rawan setelah sahur.
Warga khawatir jika tidak segera ditindak tegas, balap liar tersebut dapat memicu kecelakaan serius serta mengganggu ketertiban dan kekhusyukan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hal ini. [tin/ted]






