Surabaya (beritajatim.com) – Seorang bandit pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Sawah Pulo, Surabaya, nekat beraksi di Pondok Pesantren (ponpes) Miftachussunnah di Jalan Kedung Tarukan, Tambaksari, Selasa (17/2/2026). Beruntung, aksi pencurian yang dilakukan oleh Yahya Achmad (22) itu diketahui oleh santri-santri yang sedang berkegiatan.
Dari informasi yang dihimpun, sepeda motor yang hendak digondol oleh Yahya adalah Honda Vario milik Ustad Faisal, salah satu pengajar di ponpes Miftachussunnah. Aksi pencurian itu dilakukan saat para santri sedang berdoa usai sholat maghrib.
“Kejadian sekitar pukul 18.25 mas. Itu kita waktu wirid ba’da Maghrib. Pelaku datang dan langsung menuju motor Ustad Faisol yang diparkir di halaman mushola. Tapi ada satu santri yang mengetahui aksi pelaku dan langsung teriak,” kata Dayat, salah satu santri Ponpes Miftachussunnah.
Yahya yang saat itu menjadi eksekutor sempat merusak rumah kontak. Namun, setelah Yahya dan rekannya mendengar teriakan dari salah satu santri, pelaku langsung kabur. Teman Yahya yang bertugas memantau situasi dan bersiaga di atas sepeda motor sarana langsung tancap gas meninggalkan lokasi.
“Temannya satu berhasil kabur. Eksekutornya sempat kejar-kejaran sampai Pacar Kembang. Sempat dimassa juga sama warga,” imbuhnya.
Setelah menjadi samsak hidup puluhan warga Tambaksari, Yahya dengan tubuh penuh luka diserahkan ke Polsek Tambaksari. Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Sukram menjelaskan pihaknya masih melakukan interogasi dan pendalaman lebih lanjut. “Iya kemarin ada pelaku curanmor diamankan. Masih kita dalami ya mas,” jelas Sukram. [ang/suf]






