Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan Kabupaten Kediri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menggelar pelatihan pengolahan ikan lele bagi warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Kegiatan ini menjadi bagian dukungan terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri.
Pelatihan yang digelar di balai desa tersebut membekali warga keterampilan diversifikasi olahan lele menjadi produk bernilai tambah, seperti sempol, otak-otak, bakso, nugget, hingga abon lele.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nurhafid mengatakan program ini bertujuan membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan konsumsi protein masyarakat. “TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami mendorong pemberdayaan ekonomi sekaligus peningkatan gizi keluarga, terutama bagi anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, ikan lele memiliki potensi ekonomi besar jika diolah secara kreatif. Selama ini sebagian besar hasil budidaya dijual dalam kondisi segar dengan nilai jual terbatas. “Padahal, melalui diversifikasi olahan, nilai tambah produk dapat meningkat dan memberikan peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” tambahnya.
Salah satu peserta pelatihan, Lilik Nur Hayati, warga Dusun Tondomulyo, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Selama ini kami hanya tahu lele dijual mentah atau digoreng biasa. Dari pelatihan ini kami jadi tahu cara mengolah lele menjadi sempol dan makanan lain yang disukai anak-anak. Harapannya bisa menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.
Kabupaten Kediri memiliki produksi lele cukup besar, sekitar 18.000 ton per tahun atau rata-rata 50 ton per hari. Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui inovasi olahan agar tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi keluarga serta kesejahteraan masyarakat desa. [nm/kun]






