Banyuwangi (beritajatim.com) – Organisasi nirlaba global Clean Rivers yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) resmi mendukung pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Banyuwangi. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat komitmen Banyuwangi dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah sirkular pertama di Indonesia yang mencakup seluruh wilayah kabupaten.
Clean Rivers bermitra dengan Project STOP yang telah beroperasi di Banyuwangi sejak 2017 guna mengakselerasi program Banyuwangi Hijau. Kerja sama ini bertujuan membangun infrastruktur pengolahan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di wilayah ujung timur Pulau Jawa.
CEO Clean Rivers, Deborah Baccus, telah melakukan pertemuan resmi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata untuk membahas teknis pembangunan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Borealis, Systemiq, serta Sekretaris Daerah Banyuwangi Guntur Priambodo.
Deborah memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas dukungan penuh terhadap transformasi sistem persampahan daerah. Ia menilai visi Banyuwangi sangat kuat dalam menjalankan pengelolaan sampah secara bertahap, terstruktur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mendukung inisiatif yang dilakukan Banyuwangi, fokus pada pengelolaan sampah yang berdampak secara ekonomi, lingkungan dan sosial. Tidak hanya berdampak pada daerah, namun ini juga akan menjadi semangat global,” ungkap Deborah.
Dua fasilitas TPS3R baru akan dibangun di wilayah Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Genteng dengan target mulai beroperasi pada November 2026. Lokasi ini dipilih karena memiliki tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas warga yang sangat tinggi.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengatasi permasalahan sampah bagi 850 ribu jiwa penduduk di kedua wilayah tersebut. Teknologi yang digunakan dirancang khusus untuk memperkuat layanan pengangkutan sekaligus pengolahan sampah yang efektif.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan ini, dan berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Banyuwangi,” ujar Deborah menambahkan.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa dukungan dari Clean Rivers sangat krusial dalam membangun ekosistem persampahan yang lebih kuat. Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pengelolaan limbah yang lebih profesional di Banyuwangi.
“Bekerja dalam skala yang lebih luas, dengan dukungan dari Clean Rivers akan mempercepat transformasi sistem pengelolaan persampahan di Banyuwangi,” kata Ipuk, Senin (16/2/2026).
Selain aspek lingkungan, program ini dipastikan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Akses penanganan sampah yang terintegrasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.
“Ini tidak hanya berdampak pada menyediakan akses penanganan sampah yang terintegrasi untuk ratusan ribu orang, tapi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi penduduk sekitar lokasi,” imbuh Ipuk.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa Clean Rivers akan berkontribusi langsung pada program Banyuwangi Hijau Fase 3. Pemkab Banyuwangi telah berkomitmen menyediakan lahan serta sarana penunjang lainnya untuk mendukung operasional TPS3R tersebut.
Setiap unit TPS3R dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari. Penggunaan teknologi modern memastikan proses pengolahan dilakukan dengan residu minimal dan tidak menimbulkan bau menyengat ke pemukiman warga.
“Kedua TPS3R masing-masing berkapasitas 50 ton dan akan melayani hingga 850 ribu jiwa. TPS3R ini dirancang menggunakan teknologi untuk meminimalkan residu dan tidak menimbulkan bau,” tandas Handayani. [alr/beq]






