Magetan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro memastikan relokasi Pasar Hewan Parang ke wilayah perbatasan Desa Trosono segera dilaksanakan pada Senin (16/2/2026). Langkah strategis ini diambil untuk mendukung pengembangan sirkuit balap sekaligus mentransformasi pasar ternak menjadi fasilitas modern yang sehat.
Pemkab Magetan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar untuk membangun pasar berkonsep modern ini. Pembangunan infrastruktur baru tersebut diproyeksikan menjadi percontohan atau pilot project pasar hewan sehat di tingkat nasional.
“Pasar hewan ini ke depan arahnya modern. Kita ingin pasar ternak yang sehat, ada skrining kesehatan hewan sejak awal,” tegas Suyatni Priasmoro.
Setiap ternak yang masuk ke area pasar nantinya akan melalui proses skrining ketat oleh tim dokter hewan. Sistem ini diterapkan untuk memastikan tidak ada sapi yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masuk ke arena transaksi.
“Kalau ada sapi sakit, langsung ditolak. Tidak boleh masuk arena pasar dan tidak boleh ditransaksikan. Penularan PMK itu sangat cepat, masyarakat harus paham,” jelasnya.
Kebijakan ini merupakan respons atas penurunan populasi sapi di Magetan yang sempat merosot tajam akibat wabah PMK sejak tahun 2020. Upaya pemulihan populasi menjadi prioritas utama guna melindungi ketahanan ekonomi para peternak lokal di Jawa Timur.
Kawasan pasar baru ini dirancang terintegrasi dengan Puskesmas Hewan, fasilitas timbangan digital, serta toko pakan dan obat-obatan. Integrasi layanan satu pintu ini memudahkan peternak dalam memenuhi seluruh kebutuhan penunjang ternak mereka di satu lokasi.
Pemkab Magetan juga menggandeng Universitas PGRI Madiun untuk mengelola limbah ternak melalui sistem tangki khusus. Limbah tersebut akan diolah menjadi pupuk organik agar lingkungan pasar tetap bersih dan tidak menimbulkan bau menyengat.
“Ini masih percobaan. Kalau nanti sudah berjalan dan kita temukan kekurangannya, kita perbaiki. Kalau sudah matang, baru bisa direplikasi ke wilayah lain,” ujar Suyatni.
Dengan adanya fasilitas modern ini, para pembeli akan mendapatkan referensi harga yang lebih adil melalui sistem penimbangan yang transparan. Peternak pun diharapkan lebih mandiri dalam menjaga kesehatan hewan sebelum dibawa ke pasar melalui edukasi yang diberikan petugas.
“Harapannya pasar ini benar-benar memfasilitasi peternak. Datang ke pasar, hewannya diperiksa, ditimbang, sehat, dan semua kebutuhannya tersedia di satu tempat,” pungkasnya. [fiq/beq]







1 Komentar
kita tunggu saja jangan sampai hanya sekedar wacana, prakteknya nol besar.. malah ijin perijinan dimanfaatkan buat cari ceperan