Probolinggo (beritajatim.com) – Bupati Probolinggo Mohammad Haris sangat menyayangkan insiden pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asal Thailand di wilayah Kecamatan Sukapura pada Minggu (15/2/2026). Kejadian kriminal yang menyasar turis mancanegara tersebut kini menjadi atensi serius Pemerintah Kabupaten Probolinggo demi menjaga reputasi pariwisata internasional Gunung Bromo.
Saat dikonfirmasi pada Senin (16/2/2026), dr. Haris menyatakan kendaraan yang membawa rombongan wisatawan tersebut diketahui tidak menggunakan fasilitas parkir resmi. Kendaraan justru terparkir di bahu jalan samping museum yang berada di luar jangkauan pengawasan petugas keamanan setempat.
“Info yang kami dapatkan, kendaraan parkir di pinggir jalan, tidak di area parkir yang telah ditentukan, persisnya di pinggir jalan samping museum,” tulis dr. Haris melalui WhatsApp.
Ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi parkir yang tidak resmi sangat berisiko terhadap keamanan barang bawaan wisatawan karena minim pengawasan.
Area parkir resmi yang disediakan pemerintah di Pendopo Agung sebenarnya telah dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas teknologi tersebut sengaja dipasang untuk menjamin perlindungan maksimal bagi kendaraan maupun aset berharga milik para pengunjung.
“Untuk area parkir di Pendopo Agung sudah ada CCTV,” imbuh dr. Haris memberikan penjelasan teknis terkait standar keamanan di lokasi resmi.
Pihaknya menyarankan agar seluruh penyedia jasa transportasi wisata selalu mematuhi rambu dan titik parkir yang telah disiapkan pemerintah. Meski kendaraan parkir di luar area resmi, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tetap menjadikan kasus ini sebagai prioritas evaluasi keamanan wilayah.
Pengamanan di sepanjang kawasan penyangga wisata menuju Gunung Bromo akan diperketat secara masif untuk memberikan rasa aman bagi pelancong.
“Kejadian ini kami jadikan atensi, untuk tetap menjaga keamanan di kawasan Bromo demi kenyamanan wisatawan,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Haris tersebut.
Langkah preventif akan segera dikoordinasikan dengan aparat kepolisian setempat guna memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Kasus hilangnya koper milik warga negara asing ini sempat memicu kekhawatiran publik mengingat Sukapura merupakan gerbang utama destinasi unggulan Jawa Timur. Sinergi antara masyarakat, pelaku wisata, dan pemerintah kini terus diperkuat untuk memastikan kenyamanan wisatawan mancanegara tetap terjaga dengan baik. [ada/beq]







7 Komentar
Maling
… Dasar Perampok… walaupun di jaga t tap di ajrah
mungkin pelakunya ya itu lahhh
Daerah Maling… klw gk ketemu yo podo ae dari pucuk smpk bawah.. maling.. kabeh.
Bupatinya suruh tanggungjawab mengganti barang dan uang yang hilang, itu semua MAFIA orang setempat juga
MAFIA2 KEJAHATAN HARUS DIBUMI HANGUSKAN
sepertiny pihak pemerintah probolinggo coba lepas tangan ats kejadian ini,, harus.ny keamanan tetap nomor 1 apalagi turis dr manca,, selama parkir masih berada di area tersebut keamanan harus ttp terjaga,, bikin malu Indonesia aja di mata dunia..
Mencoreng nama Indonesia