Surabaya (beritajatim.com)– Negara dengan 4 musim pastinya sudah terbiasa dengan hamparan salju pada saat musim dingin. Butiran kristal putih turun dari langit hingga menutupi jalan, atap rumah, dan pohon yang terlihat indah.
Namun, dibalik keindahan itu terdapat risiko kesehatan yang harus diwaspadai, terlebih lagi bagi wisatawan yang berasal dari negara tropis dan tidak terbiasa dengan suhu dingin ekstrim.
Sebagian orang berfikir bahwa musim dingin bersalju merupakan musim yang indah dan paling dinanti. Gambaran bermain lempar bola salju atau berjalan membentuk jejak kaki berbagai bentuk di tengah hamparan salju seperti di film seringkali membuat ekspektasi banyak orang semakin tinggi mengenai musim dingin.
Fenomena tersebut biasanya disebut dengan Paradoks Musim Dingin, istilah yang menggambarkan kondisi saat musim dingin dibayangkan selalu indah dan menarik. Namun sebenarnya musim dingin tidak selalu indah dan menyimpan berbagai resiko kesehatan yang tidak terlihat.
Risiko Kesehatan saat Musim Dingin
Paparan suhu dingin ekstrem dapat membawa dampak serius bagi tubuh. Salah satu dampak yang paling berbahaya adalah Hipotermia, kondisi ketika tubuh mengalami penurunan suhu
tubuh yang drastis akibat paparan suhu dingin tanpa perlindungan yang cukup.
Gejalanya bisa berupa tubuh menggigil hebat, kelelahan ekstrim, kehilangan kesadaran, bahkan bisa mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Musim dingin juga meningkatkan risiko kecelakaan. Jalanan yang tertutup salju akan menjadi licin, sehingga membuat risiko kendaraan tergelincir. Bagi wisatawan yang belum terbiasa
berjalan atau berkendara saat kondisi jalan bersalju, membuat risiko kecelakaan semakin
tinggi.
Tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, musim dingin juga berdampak pada Kesehatan mental. Minimnya paparan sinar matahari di tengah suhu dingin tersebut membuat orang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.
Hal tersebut dapat memicu rasa kesepian dan isolasi sosial. Agar tetap aman dan sehat selama musim dingin, diperlukan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental. Simak langkah-langkah persiapan berikut:
1. Gunakan pakaian yang hangat dan berlapis
Menggunakan pakaian berlapis mengurangi risiko mengalami hipotermia dan
menjaga tubuh tetap hangat. Tidak hanya itu, pastikan juga memakai sarung tangan, kaos kaki, penutup kepala, dan syal untuk melindungi leher dan wajah dari paparan
suhu dingin
2. Menjaga pola makan sehat
Pastikan mengonsumsi makanan bergizi yang seimbang dan konsumsi Vitamin D. Hal tersebut diperlukan agar membantu tubuh tetap terjaga dengan baik.
3. Tetap aktif bergerak
Lakukan aktivitas ringan di dalam ruangan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
4. Memastikan kondisi mental tetap stabil
Luangkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, tetap terhubung dengan teman atau keluarga, baik secara langsung maupun daring.
5. Memastikan kondisi kendaraan dalam kondisi baik
Saat ingin bepergian ketika musim dingin pastikan kendaraan sudah menggunakan peralatan musim dingin yang memadai, agar meminimalisir risiko kecelakaan seperti tergelincir karena jalan yang licin akibat salju.
Musim dingin bersalju memang indah, apalagi bagi orang yang baru pertama kali merasakan turunnya salju. Hamparan kristal putih yang menyelimuti kota yang membuat pemandangan seperti dalam film. Namun, kita harus tetap waspada dan mencari tahu lebih dulu risiko-risiko yang mungkin terjadi saat musim dingin ini.
[Wakhdah Alisa Berliana Putri ]






