Malang (beritajatim.com) – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Malang untuk periode 2026-2028 berakhir pada Sabtu (14/2/2026) malam dengan ketegangan yang mewarnai jalannya proses pemilihan Ketua.
Dalam pemilihan tersebut, terdapat tiga calon ketua, yaitu Darmadi, Zia’ul Haq, dan Hendra Prastiawan. Namun, Hendra memutuskan untuk mundur setelah menyampaikan visi-misinya, menjadikannya hanya ada dua calon yang bersaing.
Proses pemilihan berlangsung dengan 69 peserta dari berbagai cabang olahraga (Cabor). Ketegangan muncul ketika pimpinan sidang, Siswarno Mulyadi, menawarkan agar penetapan Ketua KONI didasarkan pada jumlah surat dukungan dari Cabor.
Darmadi mendapat dukungan dari 41 Cabor, sementara Zia’ul Haq hanya memperoleh dukungan dari 9 Cabor. Proses tersebut menimbulkan protes dari beberapa peserta, terutama dari Cabor IPSI dan PSSI yang menginginkan agar pemilihan dilakukan melalui voting tertutup.
Wiwit Tuhu, perwakilan dari Cabor IPSI, meminta agar proses pemilihan dilanjutkan dengan voting tertutup untuk menjaga demokrasi dalam organisasi. “Voting tertutup ini penting, agar siapapun yang menjadi Ketua KONI Kabupaten Malang periode 2026-2028, nantinya bisa merangkul semua cabor,” ungkapnya.
Tuntutan lain disampaikan oleh Unggul Nugroho dari Cabor Karate. Dia mendukung proses pemilihan secara aklamasi.
Keputusan mengenai mekanisme pemilihan tersebut menimbulkan perdebatan sengit antara para calon dan peserta. Zia’ul Haq, salah satu calon, bahkan sempat naik ke atas meja dan terlibat dalam perdebatan panas dengan Unggul.
Setelah insiden tersebut, sidang sempat dihentikan sementara untuk mediasi. Akhirnya, proses pemilihan dilanjutkan dengan voting tertutup.
Hasil voting akhirnya memutuskan Darmadi terpilih sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang periode 2026-2028, menggantikan H Rosyidin yang mundur pada Desember 2025 setelah terungkapnya kasus penyalahgunaan dana hibah KONI.
Darmadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para Cabor yang telah mempercayakan dirinya dan berkomitmen untuk memajukan olahraga di Kabupaten Malang. Ia menargetkan agar atlet Kabupaten Malang mampu meraih peringkat dua besar di ajang Porprov yang akan datang.
Zia’ul Haq, meskipun kalah, mengaku legowo dan mengucapkan selamat kepada Darmadi. Namun, ia menyayangkan jalannya Musorkablub yang menurutnya tidak dilakukan secara adil dan demokratis.
Zia merasa proses pemilihan yang mengarah pada aklamasi tidak mencerminkan mekanisme demokrasi yang seharusnya dijalankan, dan mengatakan bahwa ketua sidang tidak bersikap netral dalam proses tersebut.
Musorkablub KONI Kabupaten Malang ini mencatatkan dinamika yang cukup panas, tetapi pada akhirnya Darmadi terpilih sebagai ketua, dengan janji untuk membenahi sistem dan pembinaan atlet di Kabupaten Malang. Namun, proses pemilihan ini menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi olahraga di tingkat lokal. [yog/suf]






