Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kalah 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam. Hasil ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Persebaya dalam 13 pertandingan di Super League 2025/2026.
Babak Pertama
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang cepat tercipta pada menit pertama melalui tendangan bebas Gali Freitas. Namun, bola hasil eksekusinya masih mampu ditepis kiper Bhayangkara.
Tim tamu merespons pada menit kedelapan. Sepakan Moussa Sidibe yang mengarah tepat ke gawang berhasil diamankan Andhika Ramadhani. Duel kedua tim kemudian berlangsung terbuka dengan tempo tinggi. Jual beli serangan terjadi, tetapi hingga menit ke-20 skor tetap imbang tanpa gol.
Kebuntuan pecah pada menit ke-26. Bhayangkara mencuri keunggulan lewat sundulan Privat Mbarga yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Moussa Sidibe. Skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan The Guardian.
Tertinggal satu gol, Persebaya meningkatkan tekanan. Pada menit ke-30, Rachmat Irianto hampir menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan bola mati dari Francisco Rivera. Sayangnya, bola masih melenceng dari sasaran.
Menjelang akhir babak pertama, intensitas pertandingan semakin meningkat. Pada menit ke-40, Bhayangkara kembali mengancam lewat situasi sepak pojok yang dieksekusi Sidibe. Namun, lini belakang Persebaya tampil sigap menghalau peluang tersebut.
Empat menit berselang, Milos Raickovic memperoleh peluang emas dari luar kotak penalti tanpa pengawalan. Sepakan kerasnya hanya melebar tipis di sisi gawang lawan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persebaya kembali kebobolan di masa injury time. Pada menit 45+2, Moussa Sidibe memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah dan mencetak gol kedua bagi Bhayangkara.
Peluit tanda berakhirnya babak pertama pun dibunyikan. Persebaya tertinggal 0-2 dari Bhayangkara.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persebaya langsung tampil menekan demi mengejar ketertinggalan. Serangan demi serangan dibangun sejak menit awal.
Pada menit ke-49, peluang hadir melalui situasi sepak pojok yang berujung di kaki Gali Freitas. Namun, tendangannya masih bisa dibendung. Tekanan terus berlanjut, termasuk percobaan salto Catur Pamungkas pada menit ke-52 yang berhasil diamankan kiper.
Setelah serangkaian peluang, gol yang dinanti akhirnya tercipta pada menit ke-64. Berawal dari kombinasi serangan rapi dan umpan matang Gali Freitas, Mihailo Perovic sukses menuntaskan peluang. Skor berubah menjadi 1-2.
Gol tersebut membakar semangat tuan rumah. Persebaya terus menggempur pertahanan Bhayangkara melalui sepak pojok dan bola mati, tetapi belum mampu menyamakan kedudukan.
Di sisi lain, Bhayangkara juga sempat menciptakan kemelut di depan gawang Persebaya pada menit ke-78, namun berhasil diamankan lini belakang tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 tetap bertahan. Kekalahan ini mengakhiri tren positif Persebaya dan menjadi alarm untuk segera bangkit pada laga berikutnya di Super League 2025/2026. (faw/kun)






