Surabaya (beritajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melepas 1.470 lulusan dalam Wisuda ke-132 yang digelar pada 14–15 Februari 2026. Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro menekankan pentingnya integritas dan larangan korupsi bagi lulusan.
Harjo menyebut total wisudawan terdiri atas 1.056 lulusan sarjana dari 16 program studi. Selain itu, ada 160 lulusan magister dari tujuh program studi, 185 lulusan profesi, serta 69 lulusan doktor.
Harjo mengingatkan perjalanan mahasiswa sejak PKKMB hingga wisuda bukan sekadar proses akademik, tetapi pembentukan identitas. Ia menyinggung slogan “Saya Untag Surabaya, Saya Patriot Indonesia” sebagai penegasan tanggung jawab sosial lulusan.
Dalam pesannya, Harjo menegaskan lulusan harus menjaga nama baik almamater. Ia menyebut almamater tidak hanya dibanggakan lewat prestasi, tetapi juga dijaga melalui kejujuran dan etika.
“Tidak ada ruang bagi perilaku yang mencederai integritas, seperti korupsi, kecurangan, maupun penyalahgunaan wewenang,” kata Harjo, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, tema Wisuda ke-132 “Akar Lokal, Kontribusi Global” menjadi pesan utama kampus bagi para lulusan. Akar lokal merujuk pada nilai karakter Kampus Merah Putih, yakni kejujuran, kecerdasan, kebangsaan, keberagaman, dan kreativitas.
Sementara kontribusi global, kata Harjo, adalah target agar lulusan mampu bersaing di level internasional tanpa kehilangan jati diri. Ia menyebut Untag Surabaya terus memperluas capaian akademik melalui sertifikasi internasional seperti AUN-QA.
Selain itu, kolaborasi riset dan pertukaran akademik dengan mitra luar negeri juga terus diperkuat. Harjo menyebut langkah itu membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa masuk dalam jejaring keilmuan global.

Ia menambahkan prestasi mahasiswa turut mencerminkan daya saing kampus. Sepanjang 2025, sebanyak 62 mahasiswa Untag Surabaya meraih penghargaan di berbagai kompetisi internasional.
“Ini menunjukkan bahwa lulusan Untag Surabaya tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu bersaing di panggung dunia,” tuturnya.
Ia pun meminta agar lulusan menjadi duta nilai Untag Surabaya. Harjo menekankan lulusan harus tetap berpijak pada nilai kebangsaan, namun siap memberi kontribusi di ruang yang lebih luas.
“Teruslah melangkah dengan keyakinan, menyalakan cahaya kebaikan dimanapun Saudara berada. Jagalah nama baik almamater, rawat nilai-nilai yang telah Saudara peroleh, dan bawalah semangat merah putih dalam setiap karya serta pengabdian,” pesannya. [ipl/ian]






