Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, bertolak ke Arab Saudi pada 12 Februari 2026 untuk memastikan kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.
Kunjungan kerja ini bertujuan meninjau langsung standarisasi fasilitas di Makkah dan Madinah guna menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah, sekaligus menghadiri Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum atas undangan resmi pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Langkah strategis ini menjadi bukti kehadiran negara dalam mengawal hak-hak jemaah haji asal tanah air, termasuk puluhan ribu calon jemaah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur yang menantikan kepastian kualitas layanan,” beber Gus Irfan.
Kemenhaj memfokuskan pengawasan pada aspek-aspek vital seperti kelayakan hotel, sistem distribusi katering, hingga moda transportasi yang harus memenuhi kualifikasi perlindungan jemaah lansia dan kelompok rentan.
Dalam rangkaian agendanya, menteri yang akrab disapa Gus Irfan ini dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Fokus pembahasan mencakup penguatan kerja sama teknis, optimalisasi teknologi informasi dalam sistem perhajian, serta sinkronisasi koordinasi operasional agar tidak terjadi kendala saat puncak musim haji 2026 mendatang.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam Umrah Exchange juga dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dengan para penyedia layanan (service providers) di Saudi. Upaya ini dilakukan agar skema fasilitas yang didapatkan jemaah Indonesia lebih transparan, kompetitif secara harga, dan tetap mengedepankan prinsip pelayanan prima yang bersifat manusiawi.
Selama berada di Tanah Suci, Gus Irfan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik layanan utama. Pengecekan mencakup kesiapan dapur katering untuk memastikan menu sesuai dengan selera nusantara dan standar higienitas, hingga pemeriksaan armada bus yang akan digunakan untuk mobilitas jemaah antar kota perhajian.
“Pelayanan haji adalah wajah kehadiran negara di Tanah Suci. Kita ingin memastikan jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi,” tegas Gus Irfan saat memberikan arahan di sela peninjauan tersebut.
Kemenhaj berkomitmen penuh untuk menghadirkan tata kelola haji yang profesional dan akuntabel. Transformasi pelayanan ini tidak hanya menyasar pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sistem yang adaptif dan responsif terhadap dinamika kebutuhan jemaah yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dengan penguatan koordinasi ini, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai negara dengan manajemen jemaah haji terbaik di dunia. Fokus utama pemerintah tetap pada kepuasan jemaah, sehingga setiap individu dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa harus terbebani oleh kendala teknis operasional selama berada di Arab Saudi. [ian]






