Gresik (beritajatim.com)– Wisata religi di Kabupaten Gresik semakin memukau. Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim kini resmi dilengkapi fasilitas eskalator berjalan yang memudahkan jamaah menuju ke lantai atas masjid.
Keberadaan eskalator ini menjadi bukti bahwa rumah ibadah juga mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai sakral. Tangga berjalan ini juga membantu jamaah lansia yang sebelumnya kerepotan saat menjalankan sholat.
Sekretaris Pengurus Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, Achmad Jazuli mengatakan, pihaknya terus berbenah demi meningkatkan kenyamanan jamaah.
“Fasilitas modern ini sangat membantu lansia, anak-anak, serta jamaah dengan kebutuhan khusus agar dapat beribadah dengan lebih aman dan nyaman. Terlebih saat momen salat Jumat, Ramadan, hingga peringatan hari besar Islam, jumlah jamaah yang membludak kerap memenuhi setiap sudut masjid,” katanya, Jumat (13/2/2026).
Eskalator baru ini lanjut dia, dioperasikan mulai saat pukul 11.00 wib hingga habis sholat Isya. Setelah itu, tangga elektrik berjalan tersebut dimatikan lalu dinyalakan lagi sesuai jadwal.
Langkah inovatif tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai kehadiran eskalator membuat masjid terlihat semakin megah dan representatif sebagai tempat ibadah.
“Wah keren sudah dilengkapi eskalator sangat nyaman bagi lansia seperti saya yang mau ke lantai atas,” ujar Sudarsono salah satu jamaah.
Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Ida Lailatussa’diyah menuturkan, program eskalator di masjid ini memang gagasan dari bupati dan wabup agar jamaah lansia bisa sholat di lantai dua.
“Sebelum ada tangga berjalan tidak efektif. Jamaah lansia naik tangga biasa ngos-ngosan,” tuturnya.
Dengan adanya layanan ini kata Ida, jamaah Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim menjelang Bulan Ramadan 1447H semakin ramai.
Disinggung mengenai pemeliharaan dan perawatan eskalator setelah diresmikan. Dijelaskan Ida Lailatussa’diyah, pengurus masjid setempat sudah dibekali pelatihan bagaimana merawat atau bila ada trouble sewaktu-waktu.
“Mereka sudah diberi pelatihan sebelum eskalator diresmikan. Jadi tidak lagi mengandalkan dari perusahaan yang memasang,” pungkasnya. (dny/ted)






