Banyuwangi (beritajatim.com) – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya membuahkan hasil. Tongkang bercakar berhasil mengangkat bangkai dan bersandar di dermaga Pantai Marina Boom.
Bangkai kapal dan kendaraan yang dibawa oleh tongkang akan dipindahkan ke daratan menggunakan truk besar.
Sedangkan, bangkai yang telah diangkat akan diangkut ke tempat peleburan di Surabaya.
“Hingga saat ini bangkai kapal telah terangkat sudah sekitar 80 persen,” kata Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra.
PT Buto merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh asuransi untuk mengangkat bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Proses pengangkatan berlangsung sejak 26 Januari 2026.
Jonathan menjelaskan, sebagian besar bagian kapal telah terangkat. Termasuk 20 unit mobil kendaraan yang terdiri dari 14 truk, 2 mobil, dan 4 sepeda motor.
Jonathan menjelaskan, seluruh kendaraan dan bangkai kapal yang diangkat dalam keadaan ringsek. Karat-karat juga terlihat memenuhi bangkai kapal dan kendaraan tersebut.
Dengan terangkatnya sebagian besar bangkai KMP Tunu Pratama Jaya itu, pihaknya optimistis seluruh proses pengangkatan bakal rampung dalam waktu dekat.
Dia menjelaskan, sebelumnya, proses pengangkatan bangkai ditargetkan rampung dalam 20 hari. Namun, kondisi arus di Selat Bali yang kuat membuat proses tersebut tak berjalan mulus.
“Kadang dalam sehari, teman-teman hanya bisa bekerja 3 jam saja. Arus di Selat Bali sangat deras,” jelas Jonathan.
Jonathan menambahkan, proses pemindahan bangkai dari tongkang ke daratan bakal memakan waktu dua hingga tiga hari. Setelahnya, tongkang bercakar bakal kembali ke titik bangkai KMP Tunu untuk melanjutkan pengangkatan.
“Hanya tinggal satu bagian saja yang belum terangkat. Yaitu bagian depan kapal. Tapi ukurannya besar. Kami perkirakan tanggal 17 (Februari) sudah selesai,” tandasnya. [alr/aje]






