Pasuruan (beritajatim.com) – Suasana khidmat menyelimuti Klenteng Tjoe Tik Kiong Kota Pasuruan saat para pengurus mulai melaksanakan tradisi tahunan menjelang pergantian kalender Tionghoa. Seluruh area tempat ibadah dibersihkan secara detail, mulai dari penyaringan abu altar hingga penghiasan sudut ruangan dengan ornamen khas merah menyala.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus persiapan menyambut kembalinya arwah para dewa-dewi dari kayangan. Prosesi pemandian patung menggunakan air bunga mawar menjadi salah satu bagian sakral yang dilakukan oleh seluruh jemaah yang hadir pagi tadi.
“Ini kegiatan rutin setiap jelang hari raya Imlek, kita bersihkan seluruh isi klenteng hingga menghias taman,” kata Ketua Harian Klenteng Tjoe Tik Kiong, Mellyana Sukistiawati.
Momen bersih-bersih ini tidak hanya sekadar ritual fisik, namun juga dimaknai sebagai upaya penyucian diri bagi seluruh umat sebelum memasuki tahun baru. Para pengurus berharap kondisi tempat ibadah yang asri dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang akan melaksanakan sembahyang saat hari H nanti.
Tahun 2577 Kongzii yang jatuh pada tahun masehi 2026 ini dipercaya sebagai tahun Kuda Api menurut penanggalan Tionghoa. Karakteristik kuda yang dikenal tangguh dan enerjik diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk bekerja lebih keras di masa depan.
“Tahun ini kita harus kuat seperti pada lambang kuda, di mana jika kita kuat, kesuksesan akan menghampiri kita,” tambah Mellyana.
Semangat kuda api menjadi filosofi penting agar setiap orang memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial. Melalui kerja keras dan mental yang kokoh, umat Khonghucu di Pasuruan optimis tahun ini akan membawa keberuntungan yang melimpah.
Ritual penyucian ini diakhiri dengan penataan ulang sesaji di atas meja altar yang sudah tampak mengilap dan bersih. Pihak klenteng kini telah siap sepenuhnya untuk menyelenggarakan perayaan puncak Imlek yang selalu dinanti oleh warga Kota Pasuruan. [ada/aje]






