Jember (beritajatim.com) – Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) sebesar Rp 31 miliar. Komisi D DPRD Jember mempertanyakan pengelolaan silpa tersebut.
“Ini luar biasa. Dr. Soebandi ini berjuang berhadapan dengan fase krisis, karena kami waktu masuk (hanya) ada dana Rp 3-5 miliar. Pakai bayar oksigen sudah habis. Pakai bayar kemoterapi sudah habis,” kata Pelaksana Tugas Direktur RSD dr. Soebandi I Nyoman Semita, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember, Kamis (12/2/2026).
Semita sempat mengharapkan kebijakan sumbangan dana dari Pemkan Jember. “Tapi alhamdulillah pada akhir tahun ada silpa. Ini masih rencana kami akan depositokan di mana. Saat ini masih dilakukan beauty contest tiga bank, Bank Bank Jatim, BSI, dan BNI,” katanya.
Anggota Komisi D Hafidi mengingatkan RSD dr. Soebandi agar tidak main-main dalam mengelola silpa tersebut. Dia menganalogikan pengelolaan dana di RS dr. Soebandi dengan pacaran.
“Mohon maaf. Sampean kalau pacaran saya tahu. Jangan pacaran. Diatur pacarnya nanti sampeyan. Jangan pacaran sampean. Nanti habisrumah sakit itu kalau pacaran di rumah sakit,” kata Hafidi.
Komisi D akan segera menyurati pihak perbankan untuk melakukan klarifikasi. Klarifikasi tersebut, menurut Hafidi, untuk mengantisipasi penyimpangan terhadao regulasi jika dana silpa itu tidak disimpan di kas daerah. [wir]






