Pasuruan (beritajatim.com) – Kekecewaan mendalam dirasakan keluarga almarhum Juari karena hingga kini polisi belum juga berhasil meringkus pelaku pembondetan maut di Jalan Sukorejo–Bangil.
Padahal, insiden berdarah yang menewaskan warga Dusun Lawatan tersebut sudah berlalu selama dua bulan lebih tanpa ada titik terang yang berarti.
Pihak keluarga menilai kinerja aparat kepolisian sangat lamban dalam mengusut tuntas dalang di balik serangan bahan peledak tersebut. Keheningan dalam proses penyelidikan membuat ahli waris merasa keadilan bagi almarhum seolah dibiarkan menggantung tanpa kepastian hukum.
“Ini sudah hampir seratus harinya almarhum, tapi pelakunya belum juga ditangkap,” keluh kakak korban, Nursiti.
Seluruh anggota keluarga mengaku dihantui rasa tidak tenang selama eksekutor peledakan itu masih bebas berkeliaran di luar sana. Mereka mendesak agar tim penyidik Polres Pasuruan bekerja lebih serius dan profesional agar kasus ini tidak menguap begitu saja seiring berjalannya waktu.
“Kasihan yang meninggal dunia kalau pelakunya belum dihukum setimpal dengan perbuatannya,” lanjut Nursiti.
Tragedi yang terjadi pada awal Desember 2025 lalu ini sebenarnya sempat menjadi perhatian luas warga karena dilakukan di jalur protokol yang cukup ramai. Namun, minimnya informasi mengenai identitas tersangka membuat publik mulai mempertanyakan sejauh mana keseriusan petugas di lapangan.
Menanggapi tudingan lambannya penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian mengklaim bahwa proses pencarian jejak pelaku masih terus berjalan hingga saat ini. Petugas berdalih masih mengumpulkan petunjuk kuat demi menghindari kesalahan prosedur saat melakukan tindakan penangkapan nanti.
“Hingga saat ini tim kami masih terus melakukan perburuan, masih kita hunting,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah. (ada/ted)






