Situbondo (beritajatim.com) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo pada Senin, 9 Februari 2026 sore hingga petang, memicu dua kejadian longsor di dua kecamatan berbeda.
Akibatnya, dua rumah warga mengalami kerusakan dan satu Tembok Penahan Tanah (TPT) ambrol. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan longsor pertama terjadi di Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, sekitar pukul 14.20 WIB. Longsor berasal dari TPT di bahu jalan yang ambrol setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa jam.
“Material longsor menimpa tembok rumah milik Pak Nidin, warga setempat berusia 87 tahun. Dinding rumah jebol dan tertutup material tanah. Saat kejadian, korban berada di dalam rumah dan sempat mendengar suara gemuruh sebelum menyelamatkan diri,” kata Puriyono, Selasa, 10 Februari 2026.
Rumah korban dilaporkan mengalami rusak sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp25 juta. Sementara itu, TPT sepanjang kurang lebih 30 meter mengalami rusak berat dan menyebabkan separuh badan jalan retak, dengan taksiran kerugian mencapai Rp120 juta.
Beberapa jam kemudian, longsor kembali terjadi di Dusun Pagar Gunung, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, sekitar pukul 16.30 WIB. Tebing di samping rumah milik Syaiful (78) longsor dan disertai pohon tumbang yang menimpa atap rumah.
“Korban saat itu berada di dalam rumah dan langsung keluar untuk menyelamatkan diri setelah mendengar suara longsoran. Warga sekitar kemudian bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang tumbang,” jelas Puriyono.
Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami rusak ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp4 juta. Tebing yang longsor tercatat memiliki panjang sekitar 15 meter dan tinggi mencapai 10 meter.
Puriyono menegaskan bahwa dalam dua kejadian longsor tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. BPBD Situbondo bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal, koordinasi lintas sektor, serta pemasangan tanda peringatan di area rawan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan di sekitar lereng atau tebing, agar tetap waspada karena potensi longsor susulan masih ada, mengingat kondisi cuaca masih hujan,” tegasnya.
Saat ini BPBD Situbondo tengah melakukan tahap Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan menyiapkan penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak. (awi/kun)






