Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meyakini industri akan melirik talenta siswa SMKN 1 Buduran, Sidoarjo. Kemampuan para siswa dinilai telah setara dengan standar tenaga kerja profesional saat ini.
Khofifah memantau langsung praktik kerja siswa SMKN 1 Buduran di berbagai unit Teaching Factory, Senin (9/2/2026). Ia melihat sendiri kedisiplinan dan ketelitian siswa dalam mengelola berbagai layanan publik secara mandiri.
Karya tata busana siswa tercatat telah menembus pasar internasional di Hongkong. Selain itu, produk boga mereka juga masuk e-katalog dan mampu bersaing kompetitif di pasar digital.
“Anak-anak ini bukan sekedar belajar. Mereka sudah bekerja seperti di industri sebenarnya. Cara mereka melayani dan menjaga kualitas menunjukkan kesiapan kerja,” ungkap Khofifah dikutip Selasa (10/2/2026).
Pola praktik dua minggu di lapangan memperkuat keahlian teknis siswa. Khofifah menyebut banyak industri mulai memesan talenta siswa SMKN 1 Buduran sejak mereka duduk di kelas XI.
Siswa juga mengembangkan aplikasi digital Hollyday untuk memfasilitasi layanan perjalanan profesional. Inovasi ini berjalan beriringan dengan penerapan sistem pengelolaan limbah sekolah yang ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menegaskan fokus utama adalah membangun talenta siap usaha. SMKN 1 Buduran kini menjadi percontohan nasional pengembangan pendidikan vokasi berdampak.
“Produk tata busana sudah tampil di ajang fashion internasional, tata boga masuk pasar digital dan e-katalog, hotel dan cafe dikelola profesional seperti hotel berbintang. Ini bukti SMK kita benar-benar bekerja nyata,” pungkasnya. [ipl/suf]






